Tolak Kerusuhan, Polisi dan Warga Asal Papua Menari Sajojo di PGC

Lewat kegiatan yang terbuka untuk publik tersebut, dia berharap masyarakat tak perlu khawatir dengan keamanan di Jakarta Timur.

Tolak Kerusuhan, Polisi dan Warga Asal Papua Menari Sajojo di PGC
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Jajaran Polres Metro Jakarta Timur dan warga asal Papua saat menari Sajojo di PGC, Jakarta Timur, Selasa (17/9/2019).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Polres Metro Jakarta Timur, warga dan mahasiswa asal Papua yang kini tinggal di Jakarta Timur menandatangani perjanjian damai menolak kerusuhan dan provokasi.

Wakapolres Metro Jakarta Timur AKBP Sonny Mahar mengatakan penandatanganan yang berlangsung di Pusat Grosir Cililitan (PGC) merupakan wujud komitmen menjaga persatuan.

"Melalui kegiatan ini dapat kita pastikan bahwa Jakarta Timur sudah bersatu tanpa membeda-bedakan suku. Ini bentuk kebersamaan kita," kata Sonny di PGC, Jakarta Timur, Selasa (17/9/2019).

Lewat kegiatan yang terbuka untuk publik tersebut, dia berharap masyarakat tak perlu khawatir dengan keamanan di Jakarta Timur.

Sonny mengapresiasi warga dan mahasiswa asal Papua yang hadir dalam kegiatan dan ikut mendukung kondusifnya situasi.

"Diharapkan kebersamaan ini akan tetap berlanjut. Saya pastikan pihak kepolisian akan menjamin keamanan mahasiswa asal Papua yang sedang menuntut ilmu di Jakarta Timur," ujarnya.

Setelah penandatanganan perjanjian, jajaran Polres Metro Jakarta Timur, warga dan mahasiswa asal Papua menyanyi dan menari.

Mereka bernyanyi sekaligus menari Tari Maumere dan Tari Sajojo di panggung yang berlokasi di lantai 3A PGC Jakarta Timur.

"Kita sama-sama saling menjaga agar tidak tersulut provokasi yang sengaja disebarkan oknum tidak bertanggung jawab," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved