Begini Kondisi Siswi SD di Bekasi yang Jadi Korban Pencabulan Kakek Alfa Romeo

Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi akan dampingi siswa kelas 6 SD yang jadi korban pencabulan.

Begini Kondisi Siswi SD di Bekasi yang Jadi Korban Pencabulan Kakek Alfa Romeo
Kompas.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI BARAT - Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi memastikan pihaknya akan terus melakukan pendapingan terhadap FS(12), bocah kelas 6 SD di Bekasi Barat yang menjadi korban pencabulan kakek AR (61) alias Alfa Romeo (bukan nama sebenarnya).

Ketua KPAD Kota Bekasi Aris Setiawan mengatakan, kondisi psikologi FS memang sempat mengalami trauma pasca-pelecehan seksual yang menimpanya.

Dia bahkan takut untuk bermain keluar dan memilih mengurung diri di dalam rumah.

"Sejauh ini kondisi korban masih mengalami trauma, namun sudah mulai ada perkembangan," kata Aris saat dikonfimasi, Rabu (18/9/2019).

Berjalan Kaki Gendong Jenazah Cucunya, Seorang Nenek Ditanya Polisi: Ini Siapa?

Live Streaming Timnas U16 Indonesia Vs Mariana Utara Petang Ini, Saksikan di RCTI atau Mola TV

Hasil Liga Champions Rabu Dini Hari - 2 Klub Inggris Tumbang, Rekor Baru di Austria

Pengemudi Gunakan Ponsel saat Mengemudi, Mobil yang Dikendarai Terguling Hingga Masuk ke Selokan

Pihaknya telah menerjunkan komisioner untuk proses pendampingan baik dalam segi hukum, serta konseling psikologi pengembalian kondisi mental bocah SD tersebut.

"Karena pemulihan tidak dalam waktu singkat bisa memulihkan korban, namun secara intensif akan kami upayakan melalui psikolog atau psikiater ahli," jelas dia.

Pengembalian kondiso mental korban ini kata Aris, penting untuk membantu proses hukum yang saat ini telah berjalan.

"Karena dimungkinkan korban lebih dari satu orang dan informasi terupdate sudah ada korban baru yang melapor, Masih proses," jelas dia.

Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulayna dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres, Jalan Pramuka, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Selasa (17/9/2019), mengatakan, tersangka diancam hukunan pidana penjara maksimal 15 tahun.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved