Breaking News:

Kisah Nenek Dian Jalan Kaki Gendong Jenazah Cucunya Belah Kemacetan, Tak Ada Pengendara yang Peduli

"Ada beberapa ratus kendaraan pasti ada melihat dong. Cuma kalau untuk menegor enggak ada satupun yang menegor," kata Dian.

Instagram
Nenek Dian Islamiyati gendong jenazah cucunya yang lahir prematur. 

"Pas saya nyebrang, pas mau belok ke kanan ada pak polisi. Dia tanya, ini siapa, ini yang meninggal, ini cucu saya. Baru meninggal," jelas Dian.

Tak berapa lama setelahnya, seorang polisi lain bernama Aiptu I Wayan Putu Sumerta datang mengendarai mobil minibus.

Polisi itu pun menawarkan untuk mengantar Dian sampai ke rumahnya.

Pemprov Riau Tolak 65 Satgas Karhutla dari DKI, Anies Balas dengan Sindiran: Kami Kirim untuk BNPB

"Yaudah terus saya diantarkan sampai ke sini, ke rumah. Pak polisi itu juga sempat lama di sini, ngobrol-ngobrol," ucap Dian.

"Saya bersyukur di luar sana, ada begitu banyak orang yang baik dengan saya. Yang mau menolong saya tanpa pamrih," imbuh dia.

Dian baru tiba di rumahnya sekitar pukul 17.30 WIB. Lalu, jenazah bayi itu baru dimakamkan sekitar selepas salat Isya di TPU Malaka.

Dian menambahkan, bayi itu dilahirkan oleh anak keduanya, Insani Aura Stefani (16), sekitar pukul 14.00 WIB kemarin siang.

Setelah keluar dari rahim Insani, bayi itu didapati tak bernyawa. Jenazah bayi itu pun sempat ditempatkan di Ruang Bersalin Puskesmas Kecamatan Cilincing selama beberapa jam.

Insani juga menjalani rawat inap di ruangan itu.

Awal kisah nenek Dian gendong jenazah sang cucu

Halaman
1234
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved