Mbah Pani Asal Pati, Pelaku Ritual Topo Pendem yang Mengubur Diri Hidup-hidup: Apa Tujuannya?

Ritual Topo Pendem yang dilakukan Supani (63) alias Mbah Pani menarik perhatian warga sekitar.

Mbah Pani Asal Pati, Pelaku Ritual Topo Pendem yang Mengubur Diri Hidup-hidup: Apa Tujuannya?
Tangkapan Layar TribunJateng
Mbah Pani menjalani topo atau tapa pendem di Desa Bendar RT 3 RW 1 Kecamatan Juwana, Pati, Jawa Tengah, Senin (16/9/2019) selepas magrib. 

Ditanya mengenai tujuan dan hal lainnya, Mbah Pani enggan memberi keterangan sebelum ritual tuntas dilaksanakan.

Mbah Pani punya seorang istri dan dua anak, serta anak angkat.

Suyono, anak angkat Mbah Pani, mengatakan, ritual topo pendem dilakukan Mbah Pani dengan menguburkan diri di dalam tanah yang diberi lubang untuk pernapasan.

"Topo pendem seperti ini sudah dilakukan beliau sebanyak sembilan kali. Dan hari ini adalah yang ke-10," ungkapnya.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, terakhir kali Mbah Pani melakukan ritual ini adalah 2001 lalu.

Sebelumnya, Mbah Pani melakukan ritual ini setahun sekali, setiap bulan Suro.

Kakek Alfa Romeo, Terduga Pelaku Pencabulan di Bekasi Dikenal Jarang Bersosialisasi dengan Warga

Dalam prosesi ritual Topo Pendem, Mbah Pani diperlakukan hampir sama seperti jenazah yang akan dikubur.

Ia dikafani, dan disediakan pula aneka kelengkapan pemulasaraan jenazah, antara lain bunga-bunga.

Namun dalam ritual ini tidak ada prosesi azan.

Supaya tidak sepenuhnya seperti prosesi penguburan jenazah.

Halaman
1234
Penulis: Muji Lestari
Editor: Muji Lestari
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved