Normalisasi Kali Bekasi Terkendala Pembebesan Lahan

Kepala BBWSCC Bambang Hidayah mengatakan, normalisasi Kali Bekasi membutuhkan lahan untuk garis sepadan sungai paling sedikit sekitar 10 meter.

Normalisasi Kali Bekasi Terkendala Pembebesan Lahan
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Kepala BBWSCC Bambang Hidayah saat meninjau perbaikan tanggul Kali Bekasi di Kemang Pratama Bekasi. Rabu (18/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, RAWALUMBU - Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) belum dapat meralisasikan usulan normalisasi Kali Bekasi lantaran terkendala pembebasan lahan.

Kepala BBWSCC Bambang Hidayah mengatakan, normalisasi Kali Bekasi membutuhkan lahan untuk garis sepadan sungai paling sedikit sekitar 10 meter.

Namun, angka itu bukan angka pasti, tergantu kondisi titik lokasi sepadan sungai yang ada.

"Makanya kami minta kepada pak wali kota supaya bisa menanggung pembebasan lahannya, nah ini yang masih belum putus," kata Bambang di Bekasi, Rabu (18/9/2019).

Bambang menjelaskan, sebagai lembaga teknis, pihaknya juga sudah menyiapkan desain untuk kegiatan normalisasi Kali Bekasi.

Namun sekali lagi, rencana ini belum dapat terealisasi lantaran terkendala pembebasan lahan.

"Yang dinormalisasi sepanjang Kali Bekasi, tapi kalau yang sepadannya cukup ya enggak perlu kita lakukan lagi, normalisasi sungai ini intinya membuat kapasitas sungai supaya mampu menampung debit banjir dan mengalirkannya ke hilir," jelas dia.

Kondisi Kali Bekasi menurut Bambang juga telah mengapami pendangkalan akibat sedimentasi.

Itu sebabnya, jika hujan lebat banjir sering melanda perumahan-perumahan yang ada di aliran sungai.

"Ya otomatis pengerukan, paling tidak ini pasti ada sedimen, idealnya adalah setiap tahun ada pengerukan tapi inikan tidak ada sehingga Kali Bekasi ini sudah dangkal, karena lebih dari 15 tahun tidak ada pengerukan," jelas dia.

Upaya pemelirahaan sampai saat ini juga belum dapat dilakukan BBWSCC selaku lembaga yang memiliki wewenang mengurus Kali Bekasi.

Hal ini lantaran anggaran yang terbatas juga alasan perbaikan tanggul dan infrastruktur lebih diutamakan.

"Kendala karena anggaran tentu untuk mengalokasikan dana pemeliharaan itukan tanggulnya harus bener dulu kondisi sarana prasarana banjirnya harus bener dulu supaya kita bisa alokasikan dana pemeliharaan, Ciliwung itu karena belum bener belum ada alokasi dana pemeliharaan juga sama seperti ini (Kali Bekasi)," ujarnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved