Tertangkap Saat Hendak Gabung ISIS, Mantan Napi Kasus Bom Bali Jalani Sidang di PN Jakarta Timur

Harry Kuncoro alias Uceng alias Wahyu Nugroho jalani sidang pertama dengan agenda pembacaan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Tertangkap Saat Hendak Gabung ISIS, Mantan Napi Kasus Bom Bali Jalani Sidang di PN Jakarta Timur
Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Terdakwa Harry Kuncoro berpelukan dengan anggota keluarganya usai sidang dakwaan di PN Jakarta Timur,Rabu (18/9/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Harry Kuncoro alias Uceng alias Wahyu Nugroho jalani sidang pertama dengan agenda pembacaan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (18/9/2019).

Harry didakwa atas tuduhan melakukan pemufakatan jahat, percobaan atau pembantuan untuk melakukan tindak pidana terorisme dengan sengaja menggunakan kekerasan/ancaman kekerasan, dengan maksud menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas.

Terdakwa Harry Kuncoro berpelukan dengan anggota keluarganya usai sidang dakwaan di PN Jakarta Timur,Rabu (18/9/2019)
Terdakwa Harry Kuncoro berpelukan dengan anggota keluarganya usai sidang dakwaan di PN Jakarta Timur,Rabu (18/9/2019) (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Harry yang pernah dipenjara akibat kasus bom Bali pertama pada tahun 2002 di Lapas Batu Nusakambangan ini, memiliki keinginan untuk hijrah ke Suriah melalui jalur Khurosan Afganistan untuk bergabung dengan ISIS.

Dalam dakwaan disebutkan bahwa Harry mendapatkan pesan telegram dari Muhammad Saifudin alias Abu Walid pada tahun 2015 silam, yang merupakan temannya sewaktu di Jemaah Islamiyah.

Kemudian setelah bebas pada tahun 2016, ia melakukan uji coba pembuatan paspor namun gagal karena namanya telah teridentifikasi sebagai teroris.

Selang setahun berikutnya, ia kembali dihubungi oleh Muhammad Shibghotullah alias Miqad yang saat itu merupakan ikhwan JAD Yogyakarta yang sedang menjalani hukuman.

Dalam pesannya Harry disuruh untuk membeli obat herbal. Obat herbal tersebut diperuntukan untuk mertua Shibghotullah yang bernama Sutrisno yang juga sedang menjalani hukuman.

Mulai dari situlah, Harry mulai berhubungan dengan para ikhwan JAD Yogyakarta.

Setelah Shibghotullah bebas di tahun 2017, Harry selaku terdakwa menyarankan agar ia memberikan kajian untuk menguatkan manhaj daulah dan memotivasi para ikhwan JAD Yogyakarta untuk berhijrah dan berjihad.

Halaman
12
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved