BNN Soroti Kinerja BNNP DKI Jakarta, Belum Tutup Lokasi Hiburan Malam yang Diduga Beredar Narkoba

BNN menyoroti kinerja BNNP DKI Jakarta yang belum menyegel dan memberikan rekomendasi penutupan tempat hiburan malam.

BNN Soroti Kinerja BNNP DKI Jakarta, Belum Tutup Lokasi Hiburan Malam yang Diduga Beredar Narkoba
TribunJakarta/Bima Putra
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari saat memimpin penggrebekan di Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (8/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Badan Narkotika Nasional menyoroti kinerja BNNP DKI Jakarta yang belum menyegel dan merekomendasikan penutupan tempat hiburan malam yang digerebek Senin (2/9/2019).

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan setiap tempat yang kedapatan jadi tempat peredaran narkoba, terlebih sampai melibatkan pegawai seharusnya disegel.

"Ini yang harus kita jaga konsistensi, supaya jangan ada seolah-olah tebang pilih," kata Arman di kantor BNN, Jakarta Timur, Kamis (19/9/2019).

4.445 Warga Negara Asing Tinggal di Tangerang, Warga Negara Cina Mendominasi

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Persija Jakarta Vs Bali United, Ini Susunan Pemain Kedua Tim

HASIL PMCO Fall Split SEA League Hari Kedua, Bigetron ke Puncak Klasemen Geser Tim Thailand

Sedang Berlangsung Marcus/Kevin Vs Choi/Seo: Tidak Disiarkan TVRI, Link Live Streaming China Open

Tak hanya belum memberi rekomendasi yang digunakan untuk mencabut izin usaha Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.

Ketiadaan penyegelan atau BNN line saat BNNP DKI Jakarta melakukan penggrebekan dengan hasil lebih dari 2 ribu butir pil ekstasi menyalahi prosedur.

"Biasanya memang dilakukan penyegelan dengan memasang police line atau BNN line, sampai kepada penyidikannya sudah tuntas, dan itu memang sudah dalam SOP-nya," ujarnya.

Padahal penyegelan di tempat peredaran narkoba harus dilakukan agar tak ada barang bukti yang hilang dari lokasi.

Arman menyebut hal itu perlu dilakukan sampai BNNP DKI Jakarta memberikan surat rekomendasi penutupan kepada Pemprov DKI Jakarta.

"Penyegelan ini dimaksudkan agar lokasi peredaran narkoba tidak dimasuki orang asing sehingga ada kemungkinan merusak barang bukti," tuturnya.

Perihal apakah BNNP DKI sudah memberikan surat rekomendasi penutupan, Arman mengaku belum dapat memastikan.

Dia hanya mengatakan surat rekomendasi penutupan harus dilayangkan kepada Pemprov DKI selaku pihak yang berwenang menutup.

"Dari hasil pengawasan, masih ada BNN tingkat provinsi yang hanya sekedar melakukan razia. Saat ditemukan adanya peredaran narkoba, tidak diikuti oleh penyegelan," lanjut Arman.

Sebelumnya BNNP DKI mengamankan tiga security dan empat oknum anggota TNI yang terlibat peredaran narkoba dengan barang bukti 2.274 butir ekstasi.

Mereka diamankan di kamar nomor 301 tempat hiburan malam yang berlokasi di wilayah Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.(*)

Penulis: Bima Putra
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved