Kali Bekasi Lebih Cepat Meluap Ketimbang Ciluwung, Ini Penyebabnya

Pendangkalan akibat sedimentasi di Kali Bekasi membuat kondisi sungai mudah meluap

Kali Bekasi Lebih Cepat Meluap Ketimbang Ciluwung, Ini Penyebabnya
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Aliran Kali Bekasi di Jalan Expres Raya Kemang Pratama, Rawalumbu, Kota Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Pendangkalan akibat sedimentasi di Kali Bekasi membuat kondisi sungai mudah meluap.

Hal ini membuat kali yang membentang di wilayah kota dan kabupaten Bekasi ini tak lagi mampu menampung debit air secara maksimal.

"Kali Bekasi ini lebih cepat meluap dari pada Ciliwung, selalu duluan banjir. Kalau dulukan dikenal Ciliwung yang sering lebih dulu tapi sekarang kondisinya berbeda," kata Bambang Hidayah beberapa waktu lalu.

Bambang menjelaskan, selama ini Kali Bekasi belum pernah dilakukan pengerukan. Padahal idelnya, setiap tahun harus ada pemeliharaan pengerukan agar tak terjadi sedimentasi.

"Ya otomatis pengerukan, paling tidak ini pasti ada sedimen, idealnya adalah setiap tahun ada pengerukan tapi inikan tidak ada sehingga Kali Bekasi ini sudah dangkal, karena lebih dari 15 tahun tidak ada pengerukan," jelas dia.

Pemeliharaan Kali Bekasi kata dia, dibebankan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui BBWSCC. Tapi alasan anggaran membuat proses pemeliharaan tak pernah dilakukan.

Presiden Jokowi Segera Cari Pengganti Imam Nahrawi Sebagai Menpora

"Kendala karena anggaran tentu untuk mengalokasikan dana pemeliharaan itukan tanggulnya harus bener dulu kondisi sarana prasarana banjirnya harus bener dulu supaya kita bisa alokasikan dana pemeliharaan, Ciliwung itu karena belum bener belum ada alokasi dana pemeliharaan juga sama seperti ini (Kali Bekasi)," kata dia.

Saat ini, BBWSCC sedang fokus melakukan perbaikan infrastruktur Kali Bekasi terlebih dahulu. Di Kota Bekasi misalnya, pada tahun ini ada sebanyak tiga kegiatan perbaikan tanggul yang roboh sejak beberapa tahun lalu.

Tiga titik tanggul itu berada di Jalan Expres Raya, Perumahan Kemang Pratama sepanjang 79 meter. Lalu di Perumahan Kemang Regency sepanjang 60 meter dan terakhir di Jalan Cipendawa sepanjang kurang lebih Rp 70 meter.

"Total anggaran tiga paket perbaikan tanggul ini mencapai kurang lebih Rp 22 miliar, harus selesai tahun ini karena proyek singleyears ya pakai APBN 2019," paparnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved