LPS Berperan Aktif Menjaga Stabilitas Sistem Perbankan Indonesia

Diskusi digelar dalam rangka pertukaran informasi dan pengetahuan terkait LPS kepada mahasiswa dan sejumlah organisasi kepemudaan

LPS Berperan Aktif Menjaga Stabilitas Sistem Perbankan Indonesia
Istimewa
Diskusi Ekonomi Nasional bertajuk "Peran LPS dalam Melikuidasi Bank Gagal dan Melindungi Dana Nasabah Bank yang Dilikuidasi" 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersama Yayasan Cerdas Indonesia (YCI) menggelar Diskusi Ekonomi Nasional bertajuk "Peran LPS dalam Melikuidasi Bank Gagal dan Melindungi Dana Nasabah Bank yang diLikuidasi" Pada 18 September 2019 di Jakarta.

Diskusi digelar dalam rangka pertukaran informasi dan pengetahuan terkait LPS kepada mahasiswa dan sejumlah organisasi kepemudaan.

Anggota Komisi XI DPR RI, Nurhayati yang membuka diskusi ekonomi nasional tersebut menyambut baik atas dengan adanya diskusi tersebut, pasalnya saat ini Indonesia tengah menyusun kerangka dalam program restrukturisasi perbankan (PRP) sesuai amanat UU 9/2016 tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan.

"LPS memiliki peran yang sangat penting dalam hal terjadi krisis sistem keuangan yang membahayakan ekonomi nasional. Dalam hal Presiden, atas dasar rekomendasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), mengaktivasi PRP, maka LPS yang melaksanakan program tersebut," katanya.

Sementara itu dalam paparannya, Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan dan Protololer LPS Radityo Adi Nugroho menjelaskan ada tiga opsi yang bisa dilakukan LPS dalam melaksanakan program pemulihan dan resolusi bank.

20 Bandara Tersibuk di Dunia, Bandara Soekarno-Hatta Indonesia Termasuk?

Pertama melakukan likuidasi dan penyertaan modal sementara bank gagal. Kedua, melalui skema purchase and asumption, dimana LPS bisa menjual aset-aset bank gagal ke bank lain. Ketiga, melalui pendirian bank perantara (bridging bank) sebagai penampung aset bank gagal secara sementara sebelum menjualnya kepada bank lain.

“Terkait dengan tambahan opsi resolusi bank dan amanat sebagai penyelenggara PRP, LPS terus meningkatkan kemampuan dan kesiapannya antara lain melalui peningkatan kapasitas SDM baik dari sisi jumlah maupun kompetensinya, penyusunan kebijakan terkait resolusi bank, dan ikut serta dalam simulasi pencegahan dan penanganan krisis sistem keuangan," kata Radityo.

Disisi lain salah satu pendiri keuangan.co Megel Jackson menyebut, saat ini regulasi merupakan hal yang sangat penting untuk mengantisipasi terjadinya inflasi terhadap bank yang sedang mengalami koleps.

“Regulasi itu sangat penting, hal ini demi melindungi konsumen yakni masyarakat itu sendiri agar nantinya masyarakat dapat kembali percaya perbankan dalam hal menyimpan dananya,” ujar Megel.

Wakil ketua Yayasan Cerdas Indonesia Rizky Herdianto berharap dengan adanya sejumlah diskusi terkait perbankan dan mengenai lembaga penjamin simpanan, publik dapat mengetahui seberapa penting hak dan kewajiban mereka dapat dilindungi oleh pemerintah.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved