Breaking News:

Kapolres Jakarta Utara Santuni Nenek yang Jalan Kaki Gendong Jenazah Cucunya

Kombes Budhi Herdi Susianto mengunjungi rumah nenek yang berjalan kaki gendong jenazah cucunya sebelum diantar pulang seorang polisi.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto mengunjungi rumah nenek yang berjalan kaki gendong jenazah cucunya sebelum diantar pulang seorang polisi, Jumat (20/9/2019). 

"Sebetulnya protapnya kalau meninggal itu harus ditunggu dua jam. Kemudian, dibawa dengan mobil jenazah. Kalau di rumah sakit itu sudah pasti seperti itu," ujarnya.

Dari cerita yang didengar Anies, ia menyebut, sang nenek terpaksa menggendong jenazah cucunya lantaran ingin segera membawanya ke rumah duka di Kampung Malaka I, Rorotan, Jakarta Utara.

"Menurut info sementara, keluarga kekeh mau segera membawa yang seharusnya itu dibawa dengan mobil jenazah," kata Anies.

"Cuma memang kalau ukuran jenazahnya itu orang dewasa, ya memang pasti menunggu mobil jenazah. Cuma karena ukurannya bayi, mungkin dianggap mudah dan gampang," tambahnya menjelaskan.

Sebelumnya, sempat viral di media sosial seorang nenek bernama Dian Islamiyati (36) berjalan kaki sambil menggendong jenazah cucunya di pinggir Jalan Akses Marunda, Cilincing, Jakarta Utara pada Selasa (17/9/2019) sore.

Kala itu, Dian terpaksa berjalan karena motor yang memboncengnya mogok. Motor itu kehabisan bensin usai dinaiki Dian dan keponakannya dari Puskesmas Kecamatan Cilincing.

Kemudian, ketika menyeberang ke arah pom bensin, Dian bertemu dengan tiga orang polisi yang tengah mengatur lalu lintas. Salah satu polisi mendapati jenazah bayi yang digendong Dian, lalu bertanya siapa bayi itu.

Dian menjawab, bayi laki-laki itu adalah cucunya yang baru saja meninggal dunia. Dian pun mengaku akan membawa bayi itu ke rumahnya untuk segera dikuburkan.

"Pas saya nyebrang, pas mau belok ke kanan ada pak polisi. Dia tanya, ini siapa, ini yang meninggal, ini cucu saya. Baru meninggal," jelas Dian.

Tak berapa lama setelahnya, seorang polisi lain bernama Aiptu I Wayan Putu Sumerta datang mengendarai mobil minibus.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved