Kapolres Jakut Sebut Aiptu Wayan yang Tolong Nenek Gendong Jenazah Cucunya Jadi Contoh Polisi Lain

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto mengapresiasi anggotanya yang membantu seorang nenek saat menggendong jenazah cucunya.

Kapolres Jakut Sebut Aiptu Wayan yang Tolong Nenek Gendong Jenazah Cucunya Jadi Contoh Polisi Lain
Instagram
Nenek Dian Islamiyati gendong jenazah cucunya yang lahir prematur. 

"Kita sedang investigasi di lapangan, yang jelas kita tegaskan bahwa semua SOP harus ditaati," ucapnya, Kamis (19/9/2019).

Berdasarkan SOP yang ada, Anies menjelaskan, bila ada yang meninggal, maka keluarga harus menunggu selama dua jam terlebih dahulu sebelum jenazah dibawa ke rumah duka menggunakan mobil jenazah.

"Sebetulnya protapnya kalau meninggal itu harus ditunggu dua jam. Kemudian, dibawa dengan mobil jenazah. Kalau di rumah sakit itu sudah pasti seperti itu," ujarnya.

Dari cerita yang didengar Anies, ia menyebut, sang nenek terpaksa menggendong jenazah cucunya lantaran ingin segera membawanya ke rumah duka di Kampung Malaka I, Rorotan, Jakarta Utara.

"Menurut info sementara, keluarga kekeh mau segera membawa yang seharusnya itu dibawa dengan mobil jenazah," kata Anies.

"Cuma memang kalau ukuran jenazahnya itu orang dewasa, ya memang pasti menunggu mobil jenazah. Cuma karena ukurannya bayi, mungkin dianggap mudah dan gampang," tambahnya menjelaskan.

Sebelumnya, sempat viral di media sosial seorang nenek bernama Dian Islamiyati (36) berjalan kaki sambil menggendong jenazah cucunya di pinggir Jalan Akses Marunda, Cilincing, Jakarta Utara pada Selasa (17/9/2019) sore.

Kala itu, Dian terpaksa berjalan karena motor yang memboncengnya mogok. Motor itu kehabisan bensin usai dinaiki Dian dan keponakannya dari Puskesmas Kecamatan Cilincing.

Kemudian, ketika menyeberang ke arah pom bensin, Dian bertemu dengan tiga orang polisi yang tengah mengatur lalu lintas. Salah satu polisi mendapati jenazah bayi yang digendong Dian, lalu bertanya siapa bayi itu.

Dian menjawab, bayi laki-laki itu adalah cucunya yang baru saja meninggal dunia. Dian pun mengaku akan membawa bayi itu ke rumahnya untuk segera dikuburkan.

"Pas saya nyebrang, pas mau belok ke kanan ada pak polisi. Dia tanya, ini siapa, ini yang meninggal, ini cucu saya. Baru meninggal," jelas Dian.

Tak berapa lama setelahnya, seorang polisi lain bernama Aiptu I Wayan Putu Sumerta datang mengendarai mobil minibus.

Polisi itu pun menawarkan untuk mengantar Dian sampai ke rumahnya.

"Yaudah terus saya diantarkan sampai ke sini, ke rumah. Pak polisi itu juga sempat lama di sini, ngobrol-ngobrol," ucap Dian.

"Saya bersyukur di luar sana, ada begitu banyak orang yang baik dengan saya. Yang mau menolong saya tanpa pamrih," imbuh dia.

Dian baru tiba di rumahnya sekitar pukul 17.30 WIB. Lalu, jenazah bayi itu baru dimakamkan sekitar selepas salat Isya di TPU Malaka.

Dian menambahkan, bayi itu dilahirkan oleh anak keduanya, Insani Aura Stefani (16), sekitar pukul 14.00 WIB kemarin siang.

Setelah keluar dari rahim Insani, bayi itu didapati tak bernyawa. Jenazah bayi itu pun sempat ditempatkan di Ruang Bersalin Puskesmas Kecamatan Cilincing selama beberapa jam.

Pengakuan Nenek Jalan Kaki Bawa Jenazah Cucu Tak Ditawari Mobil Jenazah, Puskesmas Bereaksi

Nenek Dian Islamiyati (36), mengendong jenazah cucunya sambil berjalan kaki, di jalan Akses Marunda Jakarta Utara.

Melihat aksi Dian Islamiyati, Aiptu I Wayan Putu Sumerta yang kebetulan tengah bertugas langsung menawarkan bantuan untuk mengantar nenek muda itu ke rumah duka, pada Selasa (17/9/2019).

Jenazah bayi yang dibawa Dian Islamiyati dari Puskesmas Kecamatan Cilincing merupakan anak dari putri nenek muda itu beriniasil, IAS (16).

Ditemui TribunJakarta.com di rumahnya, Dian Islamiyati mengklaim tak mendapatkan tawaran dari pihak Puskesmas untuk menggunakan mobil jenazah.

"Emang dari Puskesmas sih terus terang nggak ada (tawaran mobil jenazah), cuman karena keponakan saya udah nunggu di bawah, saya kan ditanya ibu naik apa di sana, ada keponakan saya naik motor," kata Dian Islamiyati, Rabu (18/9/2019).

Pihak Puskemas Kecamatan Cilincing lantas membeberkan sebuah fakta.

Namun mulanya Dian Islamiyati menjelaskan sebelum memutuskan untuk membawa sendiri jenazah cucunya, pihak Puskesmas Kecamatan Cilincing memberikannya surat kematian.

"Pihak puskesmas bilang 'tapi nanti kalau ada kendala atau tilang dari polisi ibu tunjukkan aja ini, bahwa ini ada surat dari dokter tunjukkin aja.' Dari pihak dokter ngomong kayak gitu," kata Dian Islamiyati.

Meski tak menggunakan mobil jenazah, Dian Islamiyati mengaku tidak mempermasalahkan Puskesmas Kecamatan Cilincing.

TONTON JUGA

Dian Islamiyati malah berterima kasih upaya Puskesmas yang menangani anaknya selama persalinan.

Sementara itu Kepala Puskesmas Kecamatan Cilincing, Edison Saputra mengatakan, pihaknya telah menawarkan Dian Islamiyati untuk menggunakan mobil jenazah.

Namun standar operasional puskesmas menyatakan bahwa mobil jenazah bisa diberikan setelah pasien mengurusi surat-surat kematian.

Setelah itu, pasien juga mesti menunggu mobil jenazah tersedia.

Dian Islami Yati (36) saat ditemui di rumahnya, Kampung Malaka I, RT 07/RW 12 Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (18/9/2019).
Dian Islami Yati (36) saat ditemui di rumahnya, Kampung Malaka I, RT 07/RW 12 Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (18/9/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO)

"Kan kalau ada yang meninggal itu SOP nya ditunggu dulu dua jam, jadi masuk ditransit sambil menunggu surat-surat kematiannya. Nah ditanyain kalau ambulans ditunggu dulu dua jam dia bilang enggak bisa," kata Edison kepada wartawan.

Edison menambahkan, mobil jenazah tidak tersedia di Puskesmas Kecamatan Cilincing tidak tersedia karena pengurusannya berada di Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman.

"Itu ada nomor telponnya, cuma memang menunggu sebentar, tapi dia enggak mau, maunya dia buru-buru kata dia begitu, langsung jalan aja kata dia begitu," tutup dia.

Kronologi Nenek Gendong Jenazah Cucu

Seorang wanita yang tengah menggendong jenazah bayi ditolong polisi saat berada di Jalan Akses Marunda, Cilincing Jakarta Utara, Selasa (17/9/2019) sore.

Wanita itu ditolong ketika berjalan kaki usai motor yang memboncengnya mogok di tengah jalan.

Ditemui TribunJakarta.com, wanita bernama Dian Islami Yati (36) itu saat itu ia hendak membawa jenazah tersebut ke rumah duka di Kampung Malaka I, RT 07/RW 12 Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.

Dian menuturkan, jenazah bayi laki-laki itu ia bawa dari Puskesmas Kecamatan Cilincing dengan dibungkus beberapa lapisan kain.

Mahasiswi & Siswi SMA, Jadi Korban Tipu TNI Gadungan, Baru Sadar Setelah Barang Berharga Hilang

Gelar Formula E, Pemprov DKI Bakal Sulap Monas Jadi Lintasan Balap

Bunuh Istri karena Tolak Hubungan Badan, Jumharyono Dinyatakan Waras

Dokter Puskesmas di Bali Ditebas Parang, Pelaku Curiga Istrinya Selingkuh dengan Korban

Usulan Rusunawa Bantargebang Tak Jadi Prioritas Pemkot Bekasi Melalui Dana Kemitraan DKI Jakarta

Jenazah itu baru saja meninggal dunia setelah lahir prematur dari janin anak Dian, IAS (16), pada Selasa siang.

Dian saat itu dibonceng oleh keponakannya untuk membawa bayi itu ke rumah duka.

Namun, sesampainya di tengah Jalan Akses Marunda, motor yang dinaiki Dian mogok karena kehabisan bensin.

Dian turun dari motor lalu berjalan kaki sambil menggendong jenazah tersebut.

Sementara keponakannya mendorong motor bermaksud mengisi bahan bakar di pom bensin Akses Marunda.

"Saat itu dalam keadaan macet, di perempatan KBN motor mogok karena kehabisan bensin."

"Saya jalan sampe pom bensin. Itu macet banget saya jalan pelan-pelan," kata Dian di rumahnya kepada TribunJakarta.com, Rabu (18/9/2019).

Ketika menyeberang ke arah pom bensin, Dian bertemu dengan tiga orang polisi yang tengah mengatur lalu lintas.

Salah satu polisi mendapati jenazah bayi yang digendong Dian, lalu bertanya siapa bayi itu.

Dian menjawab, bayi laki-laki itu adalah cucunya yang baru saja meninggal dunia.

Dian pun mengaku akan membawa bayi itu ke rumahnya untuk segera dikuburkan.

"Pas saya nyebrang, pas mau belok ke kanan ada pak polisi."

"Dia tanya, ini siapa, ini yang meninggal, ini cucu saya. Baru meninggal," jelas Dian.

Tak berapa lama setelahnya, seorang polisi yang tak lain Kapolsubsektor KBN Marunda Polsek Cilincing Polres Metro Jakarta Utara, Aiptu I Wayan Putu Sumerta.

Ia datang mengendarai mobil.

Polisi itu pun menawarkan untuk mengantar Dian sampai ke rumahnya.

"Ya udah terus saya diantarkan sampai ke sini, ke rumah. Pak polisi itu juga sempat lama di sini, ngobrol-ngobrol," ucap Dian.

Dian baru tiba di rumahnya sekitar pukul 17.30 WIB. Lalu, jenazah bayi itu baru dimakamkan sekitar selepas salat Isya di TPU Malaka.

Dian menambahkan, bayi itu dilahirkan oleh anak keduanya, IAS, sekitar pukul 14.00 WIB kemarin siang.

Setelah keluar dari rahim IAS, bayi itu didapati tak bernyawa. Jenazah bayi itu pun sempat ditempatkan di Ruang Bersalin Puskesmas Kecamatan Cilincing selama beberapa jam.

IAS juga menjalani rawat inap di ruangan itu. 

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved