Breaking News:

Kecelakaan Maut Ambulans Saat Antar Jenazah dari Cisauk ke Klaten, Seluruh Pengantar Tewas

Warga perumahan Griya Serpong Asri, Suradita, Cisauk hendak membawa jenazah Waldono ke kampung halamannya, di Klaten, Jawa Tengah.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Proses pemakaman Imam Muflih Rrdhatullah, korban kecelakaan maut tol Pejagan Pemalang kilometer 300, Tegal, Jawa Tengah, di TPU Griya Serpong, Cisauk, Kabupaten Tangerang, Jumat (20/9/2019). 

"Semuanya, semuanya meninggal dunia," ujar Sanudin, ketua RT 1 RW 5, perumahan Griya Serpong Asri, Suradita, Cisauk, Kabupaten Tangerang, saat ditemui di rumah duka almarhum imam, Jumat (20/9/2019).

Dinas LH DKI Jakarta Pasang Stasiun Pemantau Kualitas Udara di SDN Cilincing 07 Pagi

BREAKING NEWS Truk Terguling di Jembatan Layang Antasari, Ada Cairan Tumpah

Sanudin mengatakan, pemuda dan warga di lingkungannya memang terbiasa mengantarkan jenazah keluar kota sesuai permintaan keluarga, jika ada yang meninggal dunia.

"Ambulans lingkungan, ambulans RW sini warga sini, tapi kan biasa juga ngirim2 ke luar. Belum lama ke Wonosobo, ngirim jenazah warga sini juga," ujarnya.

Satimun juga bukan sopir kemarin sore, Sanudin mengatakan, ia sopir berpengalaman sudah terbiasa memgemudikan mobil antar kota.

"Si sopir itu bukan sopir baru, jam terbangnya sudah tinggi semua. Mungkin karena nasib ya," ujarnya.

Dari lima korban, jenzah Satimun dibawa ke kampung halamannya di Nganjuk, Jawa Timur untuk dikebumikan.

Jenazah Rohmadi dan Sarjito mengikuti adik mereka ke Klaten, Jawa Tengah. Jenazah Nasid dibawa ke Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Sedangkan jenazah Imam dibawa pulang ke Cisauk dan dimkamkan tempat pemakaman umum (TPU) Griya Serpong.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved