Manajemen Persija Jakarta Berikan Tugas Baru ke Ismed Sofyan Usai Julio Banuelos Dipecat

Bek kanan senior Persija Jakarta, Ismed Sofyan akan mendapatkan tugas baru menjadi asisten pelatih di sisa pertandingan Liga 1 2019.

Penulis: Wahyu Septiana | Editor: Suharno
TribunJakarta.com/Wahyu Septiana
Wakil kapten Persija Jakarta, Ismed Sofyan saat ditemui setelah pertandingan menghadapi Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2019) malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Bek kanan senior Persija Jakarta, Ismed Sofyan akan mendapatkan tugas baru menjadi asisten pelatih di sisa pertandingan Liga 1 2019.

Manajemen Persija Jakarta secara resmi menunjuk Ismed Sofyan dan Antonio Claudio menjadi asisten pelatih menemani carateker Sudirman.

Penunjukan Ismed Sofyan sebagai asisten pelatih merupakan sebuah langkah berani yang diambil manajemen skuat Macan Kemayoran.

Sebab, pemain berusia 40 tahun itu masih aktif bermain bersama tim utama Persija Jakarta.

Chief Executive Officer (CEO) Persija, Ferry Paulus memiliki alasan khusus menjadikan pemain seniornya itu sebagai asisten pelatih.

Menurut Ferry, Ismed Sofyan memiliki jiwa kepemimpinan yang mampu membimbing rekan-rekannya di lapangan.

Peran tersebut sangat dibutuhkan di skuat Macan Kemayoran saat ini.

“Ismed Sofyan memiliki jiwa kepimpinan yang tinggi. Ia juga sudah sangat lama membela Persija,” kata CEO Persija Jakarta, Ferry Paulus, Jumat (20/9/2019).

Saat ini, pemain asal Aceh tersebut sudah memiliki lisensi kepelatihan C AFC.

Teco Sedih Karena Persija

Pelatih asal Brasil, Stefano Cugurra sedih melihat performa mantan timnya di musim lalu Persija Jakarta menunjukan performa yang tidak konsisten di lapangan.

Penampilan Persija Jakarta di kompetisi Liga 1 2019 harus terseok-seok di papan bawah klasemen.

Saat ini, Persija harus tertahan di peringkat ke-15 dengan koleksi 17 poin dari 17 pertandingan yang sudah dimainkan di Liga 1 2019.

Selain itu, Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan sulit bersaing dengan tim-tim besar lainnya di Indonesia.

Pelatih yang akrab disapa Teco itu menyadari mantan anak asuhnya di Persija sedang dalam keadaan sulit.

"Ya pasti ya (sedih) waktu kita seperti ini lawan banyak teman di Persija, mereka sudah kerja sama saya banyak sekali selama dua tahun di sana. Pasti tidak mudah buat saya seperti lawan teman," kata Teco di Stadion Patriot, Bekasi, Kamis (19/9/2019).

Lebih lanjut, Teco yakin dalam beberapa laga yang akan dimainkan Persija Jakarta bisa mendapatkan hasil maksimal.

"Saya pikir mereka masih punya beberapa pertandingan, mereka bisa keluar dari posisi kurang bagus. Saya harus dukung Persija, karena saya punya teman di sini," jelasnya.

Pelatih berusia 45 tahun itu memberikan dukungan agar para pemain Persija Jakarta bisa segera bangkit di Liga 1 2019.

"Saya mau yang terbaik buat teman-teman yang ada di dalam tim Persija ini," tutur Teco.

Hasil PMCO Fall Split SEA League Hari Ketiga, RRQ Athena Geser Bigetron RA dari Puncak Klasemen

Live Streaming Timnas U16 Indonesia Vs Brunei, Berikut Prediksi Susunan Pemain

Persib Bandung Musim Lalu Jadi Juara Paruh Musim, Di Musim Ini Juga Cetak Rekor

3 Faktor Penyebab Persija Terpuruk

Pelatih dan pemain Persija Jakarta, Julio Banuelos Saez dan Andritany Ardhiyasa saat menghadiri jumpa pers di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (10/8/2019)
Pelatih dan pemain Persija Jakarta, Julio Banuelos Saez dan Andritany Ardhiyasa saat menghadiri jumpa pers di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (10/8/2019) (TribunJakarta/Wahyu Septiana)

Kapten Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa menyadari menurunnya performa timnya karena beberapa faktor.

Andritany menilai kehilangan sosok pelatih kepala di musim lalu yakni Stefano Cugurra atau Teco sangat berpengaruh terhadap permainan timnya.

Sosok Teco dinilai sudah mampu memberikan kejayaan dan mengetahui luar dalam komposisi tim Persija Jakarta.

Pada saat ditinggal pelatih berkebangsaan Brasil tersebut, Andritany menyadari timnya langsung merubah pola permainan di lapangan.

"Dengan hilangnya pelatih kepala tahun lalu (Teco) itu mempengaruhi, itu sedikit banyak mempengaruhi pola permainan Persija," kata Andritany di Stadion Patriot, Bekasi, Kamis (19/9/2019).

Faktor kedua yaitu ada beberapa pemain kunci Persija Jakarta di musim lalu yang hengkang ke klub lain.

Dua pemain asing kunci yakni Renan Silva dan Jaimerson Xavier memilih bergabung dengan klub lain di Liga 1 2019.

Seperti diketahui, sosok dua pemain tersebut menjadi salah satu kunci keberhasilan Persija Jakarta di musim lalu.

"Banyak juga pemain yang keluar, berpengaruh juga sebenarnya," paparnya.

Selanjutnya, pergantian pelatih Ivan Kolev menjadi salah satu faktor lainnya yang mempengaruhi performa Persija Jakarta.

Sejak awal musim, Persija Jakarta dinahkodai Ivan Kolev dalam beberapa kejuaraan yang dimainkan yakni kualifikasi Liga Champions Asia, Piala Presiden 2019 dan Liga 1 2019.

Namun, hasil buruk yang didapat Ivan Kolev membuat manajemen memutuskan melepaskan pelatih asal Bulgaria tersebut.

"Di awal kita sama kolev, dia itu beberapa game di awal menang, di akhir kita gagal, Piala Presiden kita gagal, itu rentetan hasil buruk dan makanya manajemen sudah memberikan target dan gagal ya manajemen akhirnya melepas dia," tambahnya.

Selain itu, pergantian pelatih Ivan Kolev ke Julio Banuelos Saez tidak berjalan dengan baik.

Pelatih berkebangsaan Spanyol itu harus meneruskan komposisi tim yang dimiliki Ivan Kolev.

Seperti diketahui, kedatangan Julio Banuelos ke Persija pada saat kompetisi Liga 1 2019 sudah bergulir.

Julio Banuelos tidak bisa memilih pemain pilihannya untuk bisa didaftarkan ke operator Liga 1 2019.

"Julio saat ini datang dengan komposisi yang sudah ada untuk menggantikan kolev. Ya seperti itu," paparnya.

Lebih lanjut, Andritany mengatakan seorang pesepakbola profesional harus bisa bekerjasama dengan pelatih mana pun.

"Kalau bicara profesional, kita harus bisa kerja sama dengan siapapun, pemain bola yang bagus itu bisa kerja sama dengan si A si B atau si C," jelasnya.

Saran Teco Untuk Calon Pelatih Persija

Pelatih Bali United, Stefano Cugurra alias Teco, punya saran buat pelatih yang akan menangani tim sebesar Persija Jakarta.

Hal ini karena Julion Banuelos resmi dipecat manajemen Persija Jakarta usai timnya kalah 0-1 dari Bali United pada pekan ke-19 Liga 1 2019 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi.

Stefano Cugurra sendiri punya pengalaman melatih Persija dan juga pernah dituntut mundur pada awal-awal kiprahnya bersama Macan Kemayoran.

Namun, Stefano Cugurra bisa keluar dari situasi tersebut dan berhasil membuktikan kapasitasnya dengan mengantar Persija ke papan atas Liga 1 2017 dan kemudian juara Liga 1 2018.

"Saya pikir dia (Julio Banuelos) bukan pelatih muda, dia juga sudah punya pengalaman lebih dulu di timnas Indonesia (sebagai asisten pelatih)," kata Teco mengomentari situasi Julio Banuelos.

"Dia sudah tahu Liga Indonesia, dia tahu semua tim di sini, yang penting pelatih harus punya karakter kuat waktu dia pegang tim besar," ujarnya menambahkan.

"Waktu situasi tidak terlalu bagus dan hasil tak terlalu bagus, pasti tekanan datang dari suporter, manajemen, dan lainnya," katanya lagi.

Pelatih asal Brasil itu menyebut bahwa kekuatan mental adalah modal utama seorang pelatih untuk menangani tim besar seperti Persija.

Itu adalah modal yang dia miliki saat dalam kondisi tertekan bersama Macan Kemayoran.

"Saya pikir (pelatih) cuma harus punya karakter kuat buat keluar dari situasi ini. Pasti pemain dari tim juga akan membantu," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved