Menteri Pariwisata Arief Yahya Buka Kompas Travel Fair 2019

Arief meyakini pameran Kompas Travel Fair tak hanya menjadi tingkat regional saja melainkan perlahan ke arah Global

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya menyambangi Kompas Travel Fair, Jumat (20/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo

TRIBUNJAKARTA.COM, SENAYAN - Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, hadir membuka pameran wisata Kompas Travel Fair di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat.

Selepas membuka, Arief Yahya berkeliling stan-stan wisata dari berbagai agen perjalanan.

Arief mengatakan Kompas Travel Fair ini merupakan pameran terbesar di Indonesia.

Namun, ia mengusulkan agar pameran ini kian berkembang besar ke depannya.

Dengan mengundang pengusaha agen perjalanan dari pembeli luar negeri, geliat pertumbuhan pameran ini akan semakin besar.

Sebab bila tidak diundang, sebagian besar konsumen luar negeri akan tetap membeli paket wisata perjalanan namun tidak di Indonesia.

"Kenapa saya undang agar mereka (pembeli) membeli destinasi yang ada di Indonesia. Penjualnya dari dalam negeri yang banyak sedangkan pembelinya dari luar negeri," ungkapnya kepada awak media pada Jumat (20/9/2019).

Di perhelatan Kompas Travel Fair tahun 2020 nanti, Kementerian Pariwisata RI akan mendukung langkah itu dengan menambahkan stan bagi para penjual jasa wisata.

Arief meyakini pameran Kompas Travel Fair tak hanya menjadi tingkat regional saja melainkan perlahan ke arah Global.

"Nanti tak hanya diadakan di luas bangunan enam ribu meter pamerannya tapi akan lebih besar," terangnya.

Jalur Sepeda di Ruas Jalan Ibu Kota akan Dipermanenkan seperti Jalur Busway

Foto-foto Anies Baswedan Uji Coba Jalur Sepeda Fase Pertama, Segera Buat Aturan ASN Wajib Bersepeda

Kompas Travel Fair 2019
Kompas Travel Fair 2019 (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Go Online Bakal Bikin Untung Wisata Perjalanan

Di era perkembangan zaman yang bergulir maju, sistem dalam jaringan (daring) merupakan sebuah keniscayaan.

Sebab, hampir semua urusan dimudahkan dengan sistem ini, termasuk dalam urusan jasa wisata perjalanan.

Misalnya, lanjut Arief, ketika jasa wisata Indonesia dibuka secara daring, orang-orang dari Mancanegara bisa langsung memesan tiket perjalanan itu.

Sehingga jasa destinasi wisata Indonesia akan lebih cepat dikenal dan dibeli oleh Pasar Dunia.

"Kalau mau tetap di bisnis ini (jasa wisata) kita harus menggunakan itu (online)," tegasnya.

Pameran tingkat Internasional bakal lebih menguntungkan lantaran skala pasarnya jauh lebih besar.

"Jadi usulan saya itu, buat Kompas Travel Fair menjadi Internasional Travel Fair," tUTURnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved