Car Free Day Dinilai Belum Berhasil Memperbaiki Kualitas Udara di Jakarta

Namun hanya sedikit warga yang sadar untuk tak lagi menggunakan kendaraan pribadi, saat bepergian

TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Inisiator car free day Indonesia, Ahmad Safrudin, saat acara ultah ke-17 car free day, di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (22/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Acara car free day yang rutin dilakukan tiap Minggu di Jakarta belum berhasil memperbaiki kualitas udara.

Sebab, car free day (CFD) dinilai belum mampu memberikan edukasi kepada warga Jakarta agar tak menggunakan kendaraan pribadi.

"CFD belum berhasil meningkatkan kualitas udara secara keseluruhan. Karena belum membangun karakter masyarakat Jakarta untuk meninggalkan kendaraan bermotornya," ujar Inisiator car free day Indonesia, Ahmad Safrudin, saat acara ultah ke-17 car free day, di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (22/9/2019).

Sejak tahun 2002, CFD mulai diselenggarakan di DKI Jakarta. Namun hanya sedikit warga yang sadar untuk tak lagi menggunakan kendaraan pribadi, saat bepergian.

"CFD ini bisa meningkatkan kualitas udara kalau ada presentase yang sangat signifikan. Orang beralih berjalan kaki, bersepeda, atau angkutan umum. Selama itu belum, berarti belum berhasil," katanya.

Artinya, kata dia, car free day merupakan kegiatan kampanye lingkungan agar masyarakat beralih menggunakan moda transportasi yang ramah lingkungan.

"Kami mengajak masyarakat untuk berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan angkutan umum," ujar dia.

Polres Metro Tangerang Kota Merazia Penggendara Sepeda Motor Hingga Datangi Tempat Hiburan Malam

Tersasar & Dinyatakan Hilang saat Pergi Mencari Burung Ke Hutan, Begini Cara Novi Bertahan Hidup

Dengan begitu, mereka telah berpartisipasi mengurangi polusi udara di Jakarta.

"Kami berharap, kalau ada 20 persen warga Jakarta berjalan kaki, bersepeda, dan menggunakan angkutan umum, otomatis polusi juga akan berkurang 20 persen," kata Puput, sapaannya.

Namun, lanjutnya, pemprov DKI Jakarta tak boleh mengklaim pencemaran udara turun lantaran CFD yang hanya diselenggarakan satu kali dalam seminggu.

"Mengklaim berkali-kali CFD Jakarta membaik, itu tidak boleh juga, tidak objektif. Hanya satu minggu sekali CFD masa dianggap pengaruhi kualitas udara secara keseluruhan," ujar Puput.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved