Kasus Korupsi

KPK OTT di Jakarta dan Bogor: 9 Orang dan Rp 400 Juta Diamankan, 3 Diantaranya Direksi Perindo

Tiga dari 9 orang itu merupakan jajaran direksi dari Perum Perindo. Sisanya, pegawai

KPK OTT di Jakarta dan Bogor: 9 Orang dan Rp 400 Juta Diamankan, 3 Diantaranya Direksi Perindo
Tribunnews.com/Aqodir
Gedung KPK 

TRIBUNJAKARTA.COM, SETIA BUDI- Komisi Pemberantasan Korupsi menggelar operasi tangkap tangan ( OTT) di Bogor dan Jakarta pada Senin (23/9/2019).

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyampaikan, KPK mengamankan 9 orang dalam OTT itu. Diduga, ada transaksi antara pihak swasta dan BUMN terkait impor ikan. 

"Kami konfirmasi, hari ini ada tim yang bertugas di Jakarta menindaklanjuti Informasi terkait dugaan akan terjadinya transaksi antara pihak swasta yang bergerak di bidang importir ikan dengan pihak Direksi BUMN di bidang perikanan," kata Laode.

Kini, KPK memeriksa intensif pihak-pihak yang diamankan di Kantor KPK, Jakarta. 

"Sesuai dengan hukum acara yang berlaku, KPK diberikan waktu paling lama 24 jam untuk menentukan status hukum perkara ini dan status hukum pihak-pihak yang diamankan," ucap Laode. 

KPK Amankan Lebih dari Rp 400 Juta

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif menanggapi teror pelemparan bom molotov di rumahnya yang berada di Jalan Kalibata Selatan, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2019).
Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif menanggapi teror pelemparan bom molotov di rumahnya yang berada di Jalan Kalibata Selatan, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

Dalam operasi tangkap tangan ( OTT) yang berlangsung di Jakarta dan Bogor, Senin (23/9/2019), tim Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) mengamankan uang 30.000 dollar AS atau lebih dari Rp 400 juta sebagai barang bukti.

Dalam OTT ini, KPK mengamankan 9 orang. Tiga dari 9 orang itu merupakan jajaran direksi dari Perum Perindo. Sisanya, pegawai Perum Perindo dan pihak swasta. 

Diduga, ada transaksi terkait impor ikan antara Perum Perindo dan pihak swasta.

"Diduga uang ini merupakan fee jatah kuota impor ikan jenis tertentu yang diberikan Perum Perindo pada pihak swasta, salah satu jenis ikan yang teridentifikasi saat ini adalah ikan jenis frozen pacific mackerel atau ikan salem," ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Senin. 

Halaman
12
Penulis: Erik Sinaga
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved