Susah Mandi, Warga Korban Kebakaran Jatinegara Berencana Patungan Beli Pompa Air

Setiap hendak buang air, Roni mengaku kerap harus antre di bilik toilet portable yang disediakan Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Timur.

Susah Mandi, Warga Korban Kebakaran Jatinegara Berencana Patungan Beli Pompa Air
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kamar mandi portable yang disediakan Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Timur bagi kebakaran di Jatinegara, Senin (23/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Warga Kelurahan Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara korban kebakaran pada Sabtu (21/9/2019) berencana membeli pompa air guna mencukupi kebutuhan sanitasi mereka.

Roni Syahroni (67), warga RW 01 mengaku sudah mengajak sejumlah warga patungan membeli pompa air lantaran minimnya fasilitas toilet yang disediakan Pemkot Jakarta Timur.

"Kalau buat buang air kecil dan buang air besar memang disediakan, tapi cuman dua. Itu pun enggak bisa buat mandi, sekarang ini warga mandi di kamar mandi umum," kata Roni di Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (23/9/2019).

Setiap hendak buang air, Roni mengaku kerap harus antre di bilik toilet portable yang disediakan Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Timur.

Ogah di Posko Pengungsian Kebakaran Jatinegara, Roni Pilih Tidur di Puing Rumahnya

Untuk menikmati kamar mandi umum yang terletak sekitar 200 meter dari permukiman warga yang terbakar pun warga juga harus antre.

"Saya enggak masalah harus bayar Rp 2 ribu di kamar mandi umum, cuman antreannya itu yang lama. Makannya saya ajak warga beli pompa air," ujarnya.

Pertimbangan membeli pompa air juga karena biaya Rp 2 ribu yang harus dibayar warga ketika menggunakan fasilitas kamar mandi umum.

Aldi Pelajar Korban Kebakaran di Jatinegara Terharu Dijenguk Teman dan Gurunya

Pasalnya nyaris seluruh warga tak dapat menyelamatkan harta bendanya saat si jago merah mengamuk sekira pukul 00.30 WIB.

"Saya enggak nyalahin pengelola MCK, memang di sana kalau mau pakai bayar. Tapi kan enggak semua orang megang uang, habis musibah kayak gini lagi. Butuh MCK dan air bersih sendiri memang," tuturnya.

Pertimbangan lainnya yakni lama waktu bagi warga membangun rumah, dan tak memungkinkannya mobil toilet masuk ke permukiman mereka.

Soal lokasi penempatan pompa air, Abay (53) mengatakan warga RW 01 sudah menemukan lokasi yang tepat untuk memasang pompa.

"Kalau titik airnya sih sudah nemu, ada di belakang, tinggal beli penyedot sama pompa. Makanya tadi kita rapat sama warga lain biar kita patungan beli pompa, biar airnya enggak susah," kata Abay.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved