Dikira Separator, Reaksi Pemkot Jakarta Timur Soal Trotoar di Tengah Jalan Kalimalang

Pemkot Jakarta Timur akhirnya berikan penjelasan gamblang perihal trotoar yang berada di tengah Jalan Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Warga saat naik angkot dari trotoar di tengah Jalan Kalimalang di Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (15/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Pemkot Jakarta Timur akhirnya berikan penjelasan gamblang perihal trotoar yang berada di tengah Jalan Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Setelah ramai diperbincangkan media massa dan sempat dianggap separator atau median jalan oleh sejumlah warga yang melintas, Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar mengundang pihak yang terlibat pembangunan Jalan Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu).

Hal ini sebagai respon dari intruksi Gubernur DKI Anies Baswedan yang menyatakan masalah trotoar di tengah Jalan Kalimalang akan ditangani Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur.

Melalui Sekertaris Kota Jakarta Timur Usmayadi, pihak Pemkot Jakarta Timur menjelaskan keberadaan beton yang ada di tengah jalan itu untuk memberikan batas antar kendaraan yang melintas.

Ia juga mengatakan keberadaan trotoar sebagai bentuk penyelamatan yang diberikan bagi pengguna jalan.

"Jadi itu gini awalnya kan sebelah kanan belum jadi nih masih dicor belum diaspal, sehingga di depan Polsek itu ada. Dan, sementara ini sebagai pembatas bagi lalu lintas yang ada," ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (24/9/2019).

Lanjut, ia memastikan keberadaan trotoar nantinya juga akan dibongkar ketika pembangunan di sekitar lokasi usai.

Namun untuk waktu pembongkarannya, ia belum bisa memastikannya.

Semuanya akan disesuaikan dengan pembangunan di sekitaran lokasi.

"Nanti kalau sudah jadi di sekitaran situ, itu (trotoar) akan dibongkar lagi. Sekarang memang ada untuk menyelamatkan para pengendara yang melintas," tandasnya.

Trotoar di Tengah Jalan Kalimalang, Warga: Saya Kira Separator

Keberadaan trotoar di tengah Jalan Kalimalang yang santer dibicarakan media massa justru menimbulkan tanda tanya warga.

Ester (36), satu karyawan swasta perkantoran di Jalan Kalimalang justru selama ini menganggap beton yang berada di tengah jalan merupakan separator atau median jalan.

Padahal setiap harinya Ester menapaki beton yang dibangun secara terputus di sepanjang Jalan Kalimalang wilayah Kecamatan Duren Sawit.

"Emang ini trotoar ya? Saya selama ini mengiranya justru separator ya, habis lokasinya di tengah jalan. Dibangunnya juga terputus, enggak kelihatan seperti trotoar," kata Ester di Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (15/9/2019).

Sebagai pengguna transportasi umum, dia mengaku setiap harinya menapaki beton yang disebut trotoar untuk menunggu angkot M 19 Cililitan-Kranji.

Pasalnya sopir angkot M 19 cenderung ogah melintas di lajur kiri yang dipisahkan beton, pun lebar lajur jalannya muat dilewati mobil.

"Sopir angkot mana mau lewat yang kiri, paling kalau lagi macet parah saja baru lewat kiri. Lajur kiri mah biasanya buat parkir sama orang bawa motor lawan arah," ujarnya.

Citra (28), karyawan swasta satu perkantoran di Kalimalang lainnya juga mengaku heran bila beton yang terletak di tengah Jalan Kalimalang disebut trotoar.

Selama ini dia menganggap beton tersebut sebagai separator bagi kendaraan yang bermasalah sehingga harus menepi di lajur kiri.

"Saya baru tahu kalau ini trotoar, habis enggak kelihatan seperti trotoar. Trotoar sekarang kan biasanya ada guiding block, nah ini enggak ada. Bentuknya juga jelek," tutur Citra.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, selain trotoar yang letaknya tak lazim, deretan barrier beton ikut bercokol di sejumlah titik Jalan Kalimalang.

Terpisah, Kasudin Jakarta Timur Mohamad Soleh mengatakan kalau dari bentuk deretan beton tersebut seharusnya merupakan trotoar.

"Kalau dilihat dari bentuknya itu trotoar," kata Eman.

Wali Kota Jakarta Timur Panggil Pihak Tol Becakayu Bahas Trotoar di Jalan Kalimalang

Trotoar di tengah Jalan Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (15/9/2019).
Trotoar di tengah Jalan Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (15/9/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar bakal mengundang pihak yang terlibat pembangunan Jalan Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu) terkait keberadaan trotoar di tengah Jalan Kalimalang.

Hal ini sebagai respon intruksi Gubernur DKI Anies Baswedan yang menyatakan masalah trotoar di tengah Jalan Kalimalang akan ditangani Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur.

"Saya akan undang, minggu depan saya akan undang. Kita kaji lagi, manfaatnya apa ini trotoar, kalau enggak ada manfaatnya bongkar saja. Daripada bahaya untuk masyarakat," kata Anwar di Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (15/9/2019).

Pemkot Jakarta Timur tak bisa langsung melakukan pembongkaran karena pembangunan trotoar satu paket dengan pembangunan Tol Becakayu.

Sementara pembangunan Tol Becakayu merupakan ranah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) atau pemerintah pusat.

"Kalau memang itu trotoar enggak ada manfaatnya kita bongkar, tapi kita harus kita koordinasi. Karena yang membangun itu dari pihak Becakayu," ujarnya.

Setelah santer diberitakan media massa, Anwar mengaku dapat keluhan dari warga terkait trotoar yang secara letak lebih tepat disebut separator.

Keluhan warga itu nantinya dibahas dalam pertemuan antara Pemkot Jakarta Timur dengan pihak pengelola dan pengembang Tol Becakayu.

"Sudah ada sebagian bilang menganggu, menambah kemacetan dan beresiko bagi pengendara motor pada malam hari," tuturnya.

Pengelola Tol Becakayu Jelaskan Alasan Bangun Trotoar di Tengah Jalan

PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) selaku pengelola Tol Becakayu menjelaskan awal pembangunan trotoar di tengah Jalan Kalimalang, Kecamatan Duren Sawit.

Direktur Teknis dan Operasional PT KKDM Ayuda Prihantoro pihaknya telah menyurati Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta sebelum membangun trotoar di Jalan Kalimalang.

Namun hingga kini surat tersebut tak kunjung direspon Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta selaku pihak yang berwenang membangun trotoar di DKI.

"Sebelumnya kami sudah bersurat ke Dinas Bina Marga terkait penataan. Kami layangkan dari tanggal 28 Mei 2018 lalu. Namun sampai saat ini tidak ada respon sehingga kami mengembalikan kembali trotoar ke tempat semula," kata Ayuda saat dikonfirmasi, Senin (16/9/2019).

Yang dimaksud Ayuda dengan tempat semula yakni letak trotoar sebelum pembangunan Tol Becakayu dimulai.

Dia menuturkan pembangunan trotoar bentuk pertanggungjawaban karena dampak pengerjaan proyek merusak kondisi Jalan Kalimalang.

"Sebagai pertanggungjawaban, kami memang mengembalikan fungsi fasilitas umum sebagai imbas pembangunan Tol Becakayu," ujarnya.

Ayuda menyatakan siap membongkar dan menata trotoar di Jalan Kalimalang bila hal tersebut hasil kesepakatan dalam pertemuan lusa.

Yakni pertemuan di kantor Dinas Bina Marga Pemprov DKI antara seluruh pihak yang terlibat pembangunan Tol Becakayu dan Pemprov DKI.

"Ketika ini mau dibongkar, kami siap. Setelah ada kesepakatan saat pertemuan hari Rabu besok bersama dinas terkait," ujarnya.

Pengelola Tol Becakayu Segera Bangun Taman di Belakang Trotoar Jalan Kalimalang

PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) menyatakan kesiapan membangun taman di lajur kiri atau belakang trotoar Jalan Kalimalang, yang keberadaannya sempat dianggap tak lazim

Direktur Teknis dan Operasional PT KKDM Ayuda Prihantoro mengatakan pembangunan dipastikan dalam pertemuan antara pemerintah pusat, Pemprov DKI, Pemkot Jakarta Timur, Rabu (19/9/2019).

"Iya benar, kami akan bangun taman di belakang ruang kosong trotoar Jalan Kalimalang. Sudah ada dalam DED (detail enginering design)-nya," kata Ayuda saat dikonfirmasi di Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (19/9/2019).

Dalam waktu dekat, PT KKDM kembali menemui Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta selaku pihak yang berwenang membangun trotoar di Jakarta.

Hal ini guna meluruskan bahwa trotoar yang mereka bangun sebelumnya tak dibangun di tengah Jalan Kalimalang dan bukan merupakan median jalan.

Pedagang Ketupat Sayur di Depan Gedung DPR Laris Manis saat Ada Demo Mahasiswa

Derbi Jawa Timur Hingga Persebaya Surabaya Vs Bali United Warnai Jadwal Liga 1 2019 Hari Ini

Jual Pinisi Bambu Keliling, Abah Idris Pernah Ditipu Hingga Laris Diborong Orang Korea

Baim Wong Sebut Nama Kekasih Citra Kirana, Paula Verhoeven Beberkan Cerita: Dia Bukannya Mau Nikah?

"Segera akan kami kerjakan, terkait schedule akan dibahas di Kantor Dinas Bina Marga DKI Jakarta," ujarnya.

Kasi Lalu Lintas Sudinhub Jakarta Timur Andreas Eman menuturkan pembangunan taman dilakukan setelah Pangkalan Jati menuju simpang Jalan Raden Inten.

Taman yang dibangun direncanakan serupa dengan taman yang berlokasi depan perumahan Billy Moon, wilayah Kecamatan Duren Sawit.

"Memang di belakang trotoar bukan untuk jalan atau tempat parkir, makanya dibangun taman. Tapi taman enggak akan menggangu akses keluar atau masuk kendaraan menuju tempat-tempat usaha," tutur Eman.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved