Demo Tolak RUU KUHP dan UU KPK

Komnas HAM akan Lihat Rekaman CCTV di Lokasi Ricuh Demo Depan Gedung DPR MPR

Komisioner Komnas HAM, Amiruddin Al Rahab menyebut aparat kepolisian jangan represif terhadap mahasiswa.

Komnas HAM akan Lihat Rekaman CCTV di Lokasi Ricuh Demo Depan Gedung DPR MPR
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Kepala Rumah Sakit Pelni, Dr Dewi Fankhuningdyah saat memberikan penjelasan bersama Komisioner Komnas HAM, Amiruddin Harahap. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Komisioner Komnas HAM, Amiruddin Al Rahab menyebut aparat kepolisian jangan represif terhadap mahasiswa.

Hal itu dikatakannya lantaran ditengarai oleh aksi tolak RKUHP dan hasil revisi KPK, yang dilakukan ribuan mahasiswa dari berbagai universitas, kemarin.

"Kami berharap polisi bisa menghadapi situasi ini dengan lebih baik," katanya, setelah menjenguk satu di antara korban demo, Faisal Amir, di RS Pelni, Jakarta Barat, Rabu (25/9/2019).

"Sehingga kita tidak menghadapi korban seperti yang sudah terjadi," sambungnya.

Belasan Mahasiswa dan Seorang Pekerja Taman Ria Senayan yang Terluka Pulang dari RS Pelni

Wajahnya Diperban, Mahasiswa Universitas Pertamina Terkena Peluru Karet

Menkum HAM Sebut Ada Pengarahan di Demo, Ketua BEM UI: Benar Aksi Kami Ditunggangi

Mahasiswa Unindra Jakarta Tak Lanjutkan Aksi Demo di Gedung DPR MPR Karena Alasan Ini

Amiruddin menyebut prihatin dengan Faisal Amir selaku mahasiswa Al Azhar Indonesia yang mengalami kekerasan.

Diduga aksi kekerasan itu dilakukan oleh aparat saat terjadi aksi unjuk rasa di sekitaran gedung DPR-MPR RI.

Amiruddin pun telah bertemu Faisal Amir di RS Pelni, Jakarta Barat, hari ini.

Ditemani dokter yang menangani Faisal Amir, Dewi Fankhuningdyah, Amiruddin sempat menyaksikan kondisi satu di antara demonstran aksi tolak RUU KUHP dan hasil revisi KPK tersebut.

"Kondisinya mulai agak membaik. Mudah-mudahan bisa sembuh dengan cepat," kata Amiruddin, kepada Wartawan, di lokasi.

Selanjutnya, Komnas HAM akan berusaha mendapatkan informasi ihwal kekerasan yang dilakukan terhadap Faisal Amir.

Amiruddin pun menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait, guna dapat mengakses rekaman CCTV di lokasi kejadian.

"Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk meminta izin, akses untuk melihat rekaman CCTV," ucapnya.

Namun, lanjutnya, semua informasi lengkap hanya bersumber dari Faisal Amir.

"Semoga mendapat keterangan dari Faisal sehingga ketahuan. Kami dari Komnas HAM ingin memastikan kondisi real-nya dari Faisal," ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved