Pengadilan Negeri Jakarta Utara Eksekusi Lahan Bekas Bioskop di Koja

Adapun pengosongan lahan dibantu personel dari Satpol PP dan kepolisian Polres Metro Jakarta Utara.

Pengadilan Negeri Jakarta Utara Eksekusi Lahan Bekas Bioskop di Koja
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PNJU) mengeksekusi lahan di Jalan Kramat Jaya No. 86, Lagoa, Koja, Jakarta Utara, Rabu (25/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PNJU) mengeksekusi lahan di Jalan Kramat Jaya No. 86, Lagoa, Koja, Jakarta Utara, Rabu (25/9/2019).

Lahan seluas 3.024 meter persegi itu dikosongkan setelah keluarnya putusan PNJU nomor 248 PD/1996/PN JKTUT terkait sengketa kasus ahli waris.

Jurusita PNJU, Umar mengatakan lahan bekas bioskop Sekar Tanjung ini telah diperkarakan sejak tahun 1996.

Lahan ini baru dikosongkan sekarang karena perkaranya beberapa kali mendapatkan perlawanan dari pihak ketiga sampai keluarnya putusan kasasi pada 2016 lalu.

Rencana Penataan Wisata Pesisir Jakarta Utara: dari Pemberdayaan Masyarakat hingga Integrasi Wilayah

Adapun pengosongan lahan dibantu personel dari Satpol PP dan kepolisian Polres Metro Jakarta Utara.

"Ada beberapa perlawanan yang dilakukan oleh beberapa pihak ahli waris, pihak ketiga, tapi tetap yang menang itu ahli waris dari Adang bin Mantah," kata Umar di lokasi.

Umar juga mengatakan, ada pihak-pihak yang menyalahgunakan lahan ini, yakni dengan menyewakan lahan untuk kepentingan usaha.

Namun, pihak-pihak yang mengklaim memiliki lahan itu tak terdaftar dalam perkara ini.

"Iya ini ada beberapa pihak yang mengklaim lahan, tapi itu semua pihak nggak ada dalam perkaranya," kata Umar.

Hamzah, salah satu penyewa lahan, harus pasrah barang-barangnya dikeluarkan dari lahan tersebut.

Padahal, ia mengaku sudah menyewa lahan selama tiga tahun dengan biaya Rp 15 juta per tahunnya kepada seseorang bernama Haji Toha.

"Sudah tiga tahun ngontrak. Kaget juga sih dan memang sudah dikasih tahu juga sama pak Toha tapi ya karena dadakan juga ini bingung kita jadinya," ujarnya.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved