Breaking News:

3 Perusuh Gedung DPR yang Sembunyi di Mobil Ambulans Ditetapkan Tersangka, Bawa Molotov

Tiga orang perusuh saat aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI ditetapkan sebagai tersangka.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Dir Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto (kedua dari kiri) menunjukkan barang bukti batu, bom molotov, dan kembang api yang digunakan massa perusuh, Kamis (26/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Tiga orang perusuh saat aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI ditetapkan sebagai tersangka.

"Ada tiga orang yang sudah kita tetapkan sebagai tersangka," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto, Kamis (26/9/2019).

"Pertama inisial AN, kemudian RL, dan YG," sambungnya.

Ibu di Tasik Buka Prostitusi Online di Rumah: Janda Bertarif Rp 500 Ribu, Polisi Dibuat Terkejut

Ia menjelaskan, kasus ini berawal ketika anggota Brimob mengamankan Pos Polisi Pejompongan yang diserang massa perusuh, Rabu (25/9/2019).

Setelah melakukan penyerangan, ketiga orang tersebut bersembunyi di dalam mobil ambulans Palang Merah Indonesia (PMI).

"Saat diamankan, mereka juga membawa batu di saku celananya. Kemudian ada bom molotov, kembang api, dan bensin" ujar Suyudi.

Ia menambahkan, AN, RL, dan YG bukan mahasiswa atau pelajar, melainkan masyarakat sipil.

Sebelumnya, Polisi juga mengamankan enam mobil ambulans PMI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Namun, Polisi mengakui hal itu hanya kesalahpahaman.

"Brimob mengira mobil ambulans itu digunakan oleh perusuh, padahal bukan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved