Breaking News:

Kasus Pasien Terima Obat Kedaluwarsa Kembali Terjadi di Depok

Kali ini, kasus obat kedaluwarsa tersebut dialami seorang bayi perempuan berusia tiga bulan di kawasan Beji, Kota Depok, Jawa Barat.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Nur menunjukan obat kedaluwarsa yang dikonsumsinya ketika dijumpai wartawan di kediamannya, Senin (9/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI - Kasus pasien mendapat obat yang telah lewat tanggal konsumsi alias kedaluwarsa kembali terjadi di Kota Depok, Jawa Barat.

Belum lama, kasus serupa juga menimpa Nur Istiqomah (50), pasien penyakit paru-paru basah di Puskesmas Vila Pertiwi, Cilodong.

Kali ini, kasus obat kedaluwarsa tersebut dialami seorang bayi perempuan berusia tiga bulan di kawasan Beji, Kota Depok, Jawa Barat.

Ida nenek korban mengatakan, obat kadaluwarsa tersebut baru diketahui ketika akan diberikan oleh cucunya yang tengah sakit demam dan pilek.

"Cucu saya kan demam dan pilek, terus berobat ke Puskesmas Beji Timur dikasih obat sirup," ujar Ida saat dijumpai wartawan di rumahnya yang ada di kawasan Beji, Kamis (26/9/2019).

Beruntung, obat sirup tersebut belum sempat dikonsumsi oleh cucuknya lantaran diketahui oleh sang ibu bahwa obat tersebut kadaluwarsa.

"Pas dicek sama anak saya ternyata obatnya sudah kedaluwarsa. Untung belum diminumin obatnya karena masih ada obat yang satu lagi," beber Ida.

Ida mengatakan, tanggal batas konsumsi obat tersebut adalah pada bulan Juni 2019 silam.

Saat ini, obat tersebut telah ditarik kembali oleh pihak puskesmas.

Mantan Presiden Perancis Jacques Chirac Meninggal di Usia 86 Tahun, Eropa Kehilangan

Korea Open 2019: Jonatan Tumbangkan Wakil Thailand, Anthony Ginting Kalah Karena Nyeri Kaki

Korea Open 2019: Greysia/Apriyani Angkat Koper, Gregoria Tunjung Lolos ke Perempat Final

"Iya kemarin orang puskesmas datang kesini setelah infonya viral. Terus obat itu mereka bawa katanya mau dimusnahkan," katanya.

Ida mengatakan, dirinya berharap pihak dari Dinas Kesehatan Kota Depok dapat lebih berhati-hati dan cermat dalam memberikan obat terhadap pasiennya.

"Saya berharap pemerintah jangan teledor, itu masalah jiwa takutnya kenapa-kenapa, apalagi ini cucu pertama kami," bebernya.

Sementara itu, pihak Puskesmas Beji Timur belum bisa dikonfirmasi dan dimintai keterangan terkait kasus tersebut.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved