Kemarau Panjang, Anies Baswedan Terjunkan 1.162 Personel Satgas Air Bersih di DKI

"Kita di Jakarta menghadapi potensi kekeringan air bersih dan tantangan itu harus kita antisipasi sejak dini," kata Anies Baswedan di Monas

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Mengenakan pakaian dinas berkelir putih lengkap dengan sepatu pantofel, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjajal jalur sepeda mulai dari arena Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur hingga Balai Kota, Jakarta Pusat. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerjunkan 1.162 personel Satuan Tugas (Satgas) Air Bersih di Ibu kota untuk mengantisipasi terjadinya kekeringan saat ini.

Satgas air bersih tersebut, terdiri dari personel gabungan dari berbagai instansi. Mulai dari unsur Pemerintah hingga non-Pemerintah.

Diantaranya, Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta, Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, BPBD Provinsi DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, PAM Jaya hingga sejumlah mitra, para Lurah, PPSU, hingga Perwakilan RT/RW.

"Kita di Jakarta menghadapi potensi kekeringan air bersih dan tantangan itu harus kita antisipasi sejak dini," kata Anies Baswedan di Monas, Kamis (26/9/2019).

Anies mengatakan, bahwa pokok Satgas Air Bersih sendiri adalah memastikan warga Jakarta mendapatkan pasokan air bersih di tengah kondisi kekeringan yang melanda Ibu Kota.

Berbagai upaya tersebut, dilakukan dengan cara legal sekaligus dengan kordinasi antar instansi.

Ia pun ingin agar seluruh warga di Jakarta bisa memiliki pasokan air bersih yang tercukupi ketika kemarau panjang melanda.

"Kita ingatkan kepada semua agar melakukan segala cara yang benar dan legal untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan air bersih bagi warga Kota Jakarta,” kata dia.

Diketahui, berdasarkan data yang bersumber dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Pemprov DKI menjabarkan bahwa ada 15 Kecamatan di wilayah DKI Jakarta yang masuk dalam katagori Awas Potensi Kekeringan dengan indikator lebih dari 61 hari tanpa hujan saat musim kemarau ini.

UPDATE Gempa Ambon, Sampai Pukul 18.00 WIB Korban Meninggal 20 Orang

Kisah Taryoko: Menari di Jalanan Ibukota Nyambi Jadi Petani Demi Hidupi 3 Anaknya

Korea Open 2019: Jonatan Tumbangkan Wakil Thailand, Anthony Ginting Kalah Karena Nyeri Kaki

15 kecamatan tersebut adalah Menteng, Gambir, Kemayoran, Tanah Abang, Cilincing, Tanjung Priok, Koja, Kelapa Gading, Penjaringan, Tebet, Pasar Minggu, Setiabudi, Makasar (Kelurahan Halim), Pulogadung, dan Cipayung.

Disamping itu, juga ada 41 kelurahan menurut data dari PAM Jaya yang diperoleh Pemprov DKI Jakarta yang belum terlayani jaringan air PAM. Dimana, 11 Kelurahan di antaranya, masuk dalam kategori Awas Potensi Kekeringan.

Beberapa kelurahan itu antara lain adalah Kelurahan Kapuk Muara, Kamal Muara (di Jakarta Utara), Pondok Rangon, Munjul, Cilangkap, Setu, Bambu Apus, Ceger, Lubang Buaya, Kebon Pala dan Halim Perdana Kusuma (di Jakarta Timur).

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved