Revitalisasi Kalimalang Disebut Bakal Mirip Sungai di Korea Selatan, Begini Penjelasan Sang Arsitek

Proyek revitalisasi Kalimalang sejatinya telah dicanangkan Ridwan Kamil sejak ia baru menjabat Gubernur Jawa Barat 2018 lalu.

Revitalisasi Kalimalang Disebut Bakal Mirip Sungai di Korea Selatan, Begini Penjelasan Sang Arsitek
Instagram @ridwankamil
Foto unggahan Gubernur Jabar Ridwan Kamil terkait revitalisasi Kalimalang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Proyek penataan atau revitalisasi Kalimalang telah resmi dimulai usai, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan prosesi peletakan batu pertama, tanda dimulainya pengerjaan pada, Rabu (25/9/2019) kemarin.

Proyek revitalisasi Kalimalang sejatinya telah dicanangkan Ridwan Kamil sejak ia baru menjabat Gubernur Jawa Barat 2018 lalu.

Bahkan pada unggahan instagram pribadinya, pria yang akrab disapa Kang Emil ini ingin menyulap Kalimanag laiknya Sungai Cheonggyecheon, di Seoul, Korea Selatan.

Menanggapi hal ini, Sibarani Sofian selaku arsitek dari Urban+ yang mendesain proyek revitalisasi Kalimalang mengatakan, terdapat sejumlah perbedaan karakteristik sungai antara Kalimalang dengan Cheonggyecheon.

"Semangatnya masih kesana tapi situasinya berbeda, kalau di korea itu airnya boleh disentuh dan airnya sangat dekat dengan kita, karena itu adalah air yang dikondisikan untuk rekreasi bukan suangai untuk aliran air. Jadi sungai itu menang didesain jadi seperti kolam," kata Sibarani kepada TribunJakarta.com, Kamis (26/9/2019).

Hal ini tentu sangat berbeda dengan Kalimalang yang merupakan sumber air baku untuk perusahaan air minum di kawasan Jakarta dan Bekasi.

Proyek Revitalisasi Kalimalang Dimulai, Berikut Fasilitas yang Bakal Hadir

Terlebih, arus dan kedalaman Kalimalang sangat berbeda dengan Sungai Cheonggyecheon.

"Tapi semangat bahwa sungai itu menjadi tempat untuk interaksi sosial, tempat untuk warga berkumpul, bukan daerah yang justru harus dijauhi atau ditakuti, itu yang mau dirubah, sungai dijaga dipelihara dan dicintai oleh warganya dengan cara didesain dengan baik," ujarnya.

Dia menjelskan, proyek revitalisasi Kalimalang akan baru benar-benar sempurna dua tahun pengerjaan atau 2020 mendatang.

Meski begitu, tahun 2019 tahap pertama pembangunan, warga akan dapat menikmati sejumlah fasilitas seperti plaza ruang terbuka, tiang bendera dengan desain gambar petunjuk sejarah kerajaan-kerajaan di Bekasi.

"Itu kira-kira baru sebagian kecil sih dari total, jadi untuk yang ground breaking kemarin baru yang sisi utara dan yang akan dibangun disana adalah telaga, ada plaza, ada tiang bendera, nanti akan ada sebenernya tiangnya itu tiang untuk menunjukkan sejarah kerajaan dibekasi, yang pernah ada," ujarnya.

Menurutnya, revitalisasi yang pekerjaan telah dimulai ini adalah zona 1 dari total empat zona yang akan dibangun. Zona 1 ini disebut zona selebrasi.

Sibarani menjelaskan, pada zona selebrasi nantinya akan lebib difokuskan pembangunan pada tahap kedua yakni tahun 2020 mendatang.

"Itu ada juga untuk komunitas keluarga ya, jadi ada juga taman bermain anak, kemudian juga ada kawasan untuk festivalnya, yaitu kita buatkan kaya alun-alunnyalah, jadi ruang untuk ngariung dan nanti akan ada air mancur, jadi itu desain air mancur yang zaman pak Rahmat Effendi dulu sudah canangkan itu akan tetap kita laksanakan, tapi itu semua nanti di sisi selatan," ujarnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved