Angkat Bicara Soal Salah Tangkap Ambulans, Fraksi Gerindra DPRD Minta Pemprov DKI Tempuh Jalur Hukum

Ia pun menyebut, Pemprov DKI Jakarta seharusnya menempuh jalur hukum dalam menyelesaikan masalah

TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Ketua Panitia Penyelenggara kampanye akbar Prabowo-Sandi, M Taufik, usai menggelar rapat internal di ruang konferensi pers SUGBK, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta M Taufik angkat bicara soal salah tangkap ambulans yang dilakukan oleh petugas kepolisian saat kerusuhan yang terjadi di ibu kota beberapa waktu lalu.

Ia pun menyebut, Pemprov DKI Jakarta seharusnya menempuh jalur hukum dalam menyelesaikan masalah ini.

Terlebih, ada beberapa anggota tim medis DKI yang mengalami cedera saat bertugas di lokasi kerusuhan.

"Saya kira ini harusnya diproses hukum ya," ucapnya saat dihubungi, Jumat (27/9/2019).

Dijelaskan Taufik, pihak kepolisian seharusnya memahami bahwa initimidasi terhadap petugas medis yang berkerja di lokasi kerusuhan itu tidak diperbolehkan.

"Petugas kesehatan itu kan tugas kemanusiaan. Aparat itu kan paham soal aturan-aturan yang berkaitan dengan tugas-tugas orang sehingga itu mestinya enggak terjadi," ujarnya.

Meski demikian, mantan Wakil Ketua DPRD DKI periode 2014-2019 ini mengapresiasi langsah polri yang berani mengakui kesalahannya.

"Kita mengapresiasi juga polisi karena mengakui kesalahannya. Harusnya ini jadi pelajaran supaya tidak terulang lagi," kata Taufik.

Sebelumnya, pihak kepolisian mengamankan enam ambulans yang satu diantaranya merupakan milik Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Keenam ambulans beserta para petugas medis itu diamankan lantaran diduga membantu menyuplai batu dan bensin untuk membuat bom molotov bagi massa yang terlibat bentrok dengan kepolisian.

Namun, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Aryo Yuwono mengklarifikasi hal tersebut.

Ia menyebut, ambulans itu digunakan oleh massa perusuh untuk berlindung, bukan membawa batu.

"Dia (massa perusuh) masuk ke mobil ambulans untuk cari perlindungan," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (26/9/2019).

Di dalam mobil ambulans, sambungnya, massa perusuh membawa batu, bom molotov, petasan, dan bensin.

"Anggota Brimob mengira mobil itu digunakan, oleh perusuh. Padahal bukan," jelas dia.

Kerap Bertengkar dengan Thalia Saat Main, Betrand Peto Bongkar Siapa yang Minta Maaf Duluan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun menyebut, beberapa orang petugas medis yang diamankan polisi mengalami cidera di kaki dan bagian kepala.

"Kemarin saya sudah bertemu dengan mereka, sepintas ada luka di kaki dan ada juga yang luka di kepala," ujar Anies di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat.

"Ada benturan di kepala, itu juga faktanya ada," tambahnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved