Breaking News:

Anak Dibunuh Ibu Angkat dan Diperkosa 2 Kakak Tiri, Ayah Kandung Bocah 5 Tahun Ceritakan Kesedihan

Reaksi ayah kandung NP mengetahui anaknya meninggal karena dibunuh Yuyu dan diperkosa dua anak laki-laki.

Kompas.com/ Budiyanto
Tiga tersangka perkara pemerkosaan dan pembunuhan anak angkat dibawa ke Polres Sukabumi Kota dari Polsek Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (24/2019) 

Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi mengatakan, dari hasil penyidikan yang dilakukan polisi, NP tewas setelah dicekik oleh ibu angkatnya.

Yuyu kaget dan marah melihat anaknya RG cabuli NP.

Follow juga:

Karena dipergoki sang ibu, RG langsung mencekik korban.

Melihat anaknya melakukan aksi keji, bukannya mencegah, Yuyu malah ikut mencekik korban hingga tewas.

Jasad NP dibuang ke sungai

Mengetahui korban meninggal, ketiga tersangka membawa korban ke Sungai Cimandiri dan meletakan jenazah korban di aliran sungai.

Pantauan Kompas.com, saat melihat TKP penemuan mayat, Senin (23/9/2019) petang, lokasi Sungai Cimandiri itu berada di belakang rumah pelaku.

Jarak dari rumah menuju Sungai Cimandiri sekitar 1 kilometer dengan jalan setapak.

FISIP UI dan Kompas Gramedia Resmikan Ruang Serbaguna Bernama Cendekia Multiguna Jakob Oetama

Sepanjang jalan setapak menuju Sungai Cimandiri, di kiri dan kanan hanya dipenuhi tumbuhan atau tanaman seperti bambu.

Sepanjang jalan setapak itu pun tidak ada lagi rumah atau permukiman.

Ditemukan bekas luka

Nasriadi menjelaskan, setelah menerima laporan penemuan jasad, polisi terus menyelidiki dan melakukan pengumpulan bahan keterangan.

Tim penyidik Polres Sukabumi menemukan kejanggalan pada jasad NP, saat ditemukan di Sungai Cimandiri, Minggu siang.

"Hasil olah tempat kejadian perkara, pada tubuh ditemukan tanda-tanda kekerasan sehingga langsung dilakukan otopsi," ujarnya. Selasa.

Dari hasil otopsi dokter forensik di RSUD Sekarwangi, Cibadak, Senin kemarin, polisi akhirnya berhasil meringkus tiga pelaku.

Catat! Lokasi Pelayanan SIM Keliling di Jakarta dan Sekitarnya, Jumat (27/9/2019)

"Hasilnya sementara ditemukan bekas luka di leher, luka di lidah, luka di kemaluan dan anus," katanya.

Tersangka SR sempat antar NP ke rumah sakit Ilustrasi rumah sakit

Setelah membunuh anak angkatnya, Yuyu sempat berpura-pura tidak tahu tentang kematian bocah malang itu.

Bahkan pada Minggu (25/9/2019) malam, Yuyu ikut mengantarkan jenazah NP ke RSUD R Syamsudin.

Kepada Kompas.com, Yuyu mengaku saat itu tengah berjualan.

Kepala Polres Sukabumi AKBP Nasriadi sedang memberikan pertanyaan kepada tiga tersangka saat konferensi pers yang bertempat di Polsek Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (24/9/2019).
Kepala Polres Sukabumi AKBP Nasriadi sedang memberikan pertanyaan kepada tiga tersangka saat konferensi pers yang bertempat di Polsek Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (24/9/2019). (KOMPAS.com/BUDIYANTO)

Sebelumnya, NP minta ikut, tapi tidak diperbolehkan.

"Iya, ini jenazah anak saya. Tadi pagi itu saya mau jualan, anak saya ingin ikut, tapi saya suruh diam di rumah sama kakaknya. Tapi saat saya pulang, anak saya enggak ada," kata SR saat ditanya Kompas.com di RSUD R Syamsudin, Minggu (22/9/2019) malam.

Berpura-pura tidak tahu kematian anak angkatnya

Polres Sukabumi hadirkan tiga tersangka kasus tewasnya bocah lima tahun saat konferensi pers di Polsek Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (24/9/2019).

Yuyu mengaku sempat mencari dan akan melaporkan ke polisi karena hingga Minggu siang anaknya tidak ada di rumah dan ditunggu-tunggu tidak pulang.

Hingga akhirnya diketahui anak angkatnya ditemukan meninggal di Sungai Cimandiri.

Terancam hukuman 15 tahun

Nasriadi mengatakan, tiga tersangka kasus pemerkosaan dan pembunuhan NP bocah 5 tahun akan dijerat Undang-undang tentang Perlindungan Anak.

"Ancamannya hukuman penjara lima belas tahun, bahkan bisa lebih," ungkapnya.

Ketiga pelaku ini merupakan ibu dengan dua anak kandungnya.

Masih dikatakan Nasriadi, dua pelaku pembuhunan NP di antaranya masih berstatus pelajar di Kota Sukabumi.

RG merupakan pelajar SMA dan R pelajar SMP.

Menurutnya, karena terdapat dua pelaku masih di bawah umur tentunya akan diterapkan Sistem Peradilan Pidana Anak bagi kedua pelaku.

"Penanganan kasusnya bagi dua pelaku sesuai peradilan anak," ujarnya.

(TribunJakarta.com/Kompas.com)

Penulis: Siti Nawiroh
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved