Kisah dr Soeko yang Meninggal saat Kerusuhan Wamena, Alasannya Pilih Pedalaman Bikin Terharu

Kisah dokter Soeko Marsetiyo yang meninggal saat kerusuhan di Wamena, alasannya tinggal di pedalaman bikin terharu.

Kisah dr Soeko yang Meninggal saat Kerusuhan Wamena, Alasannya Pilih Pedalaman Bikin Terharu
KOMPAS.com/WIJAYA KUSUMA
Proses pemakaman dr Soeko, salah satu korban kerusuhan Wamena, di Yogyakarta, Jumat (27/9/2019). 

Dokter kelahiran 1966 ini justru memilih untuk mengabdikan dirinya di Papua.

"Setelah selesai masa bakti, kalau teman-teman yang lain itu kan biasanya terus mencari ke kota. Tetapi, dia keukeuh meminta untuk tetap di Papua lokasinya," tegasnya.

Rusuh Wamena, Penerbangan Kembali Dibuka, Jumlah Korban Meninggal 22 Orang

Keluarga, lanjutnya, pernah menanyakan kepada Soeko mengenai pilihannya bertugas di Papua.

Saat itu, Soeko menjawab jika tenaga dokter lebih dibutuhkan di Papua.

"Dia cuma (menjawab) di Semarang itu sudah banyak dokter, kalau aku di sini tidak ada gunanya, sudah banyak orang pintar. Kalau di sana (Papua) paling tidak aku bisa berbuat sesuatu, itu saja," ujarnya.

"Bagi keluarga juga aneh, hidup di sini (Semarang) enak, kok tidak mau. Tapi ya keinginannya memang begitu," tambahnya.

Menurutnya, pihak keluarga pernah mencoba untuk membujuk Soeko.

Namun, anak nomor lima dari delapan bersaudara ini tetap bertekad bulat di Papua.

Musibah Gempa Ambon: Korban Meninggal Dunia 20 Jiwa

"Ya pasti (pernah membujuk), cuma jawabanya itu tadi, ke sini-sininya kalau ditanya dan dipaksa itu ya cuma senyum-senyum saja," katanya.

Hanya saja, Soeko Marsetiyo tidak secara gamblang menjelaskan kepada keluarga alasan untuk tetap di Papua.

Halaman
1234
Penulis: Suharno
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved