Kisah dr Soeko yang Meninggal saat Kerusuhan Wamena, Alasannya Pilih Pedalaman Bikin Terharu

Kisah dokter Soeko Marsetiyo yang meninggal saat kerusuhan di Wamena, alasannya tinggal di pedalaman bikin terharu.

Kisah dr Soeko yang Meninggal saat Kerusuhan Wamena, Alasannya Pilih Pedalaman Bikin Terharu
KOMPAS.com/WIJAYA KUSUMA
Proses pemakaman dr Soeko, salah satu korban kerusuhan Wamena, di Yogyakarta, Jumat (27/9/2019). 

Secara pribadi, Soeko memang dikenal merupakan sosok yang lemah lembut.

"Enggak terlalu banyak bercerita tentang kenapa bertahan di sana, tetapi kalau melihat dari masyarakat Papua yang dekat dengan dia, nah itu nanti ketahuan. Teman-teman mengenal dia itu orang yang lemah lembut sebetulnya," urainya.

Selama di Papua, lanjutnya, lokasi tugas Dokter Soeko Marsetiyo berpindah-pindah tempat.

Namun, ia memang terakhir bertugas di Tolikara.

Disiarkan Langsung di Indosiar, Live Score Barito Putera vs Persebaya Liga 1, Tonton via HP

"Pokoknya di Papua itu sudah 15 tahun. Kira-kira sejak 2003 atau 2004," tambahnya.

Tugas di Papua membuat keluarga harus rela tidak bisa setiap saat bertemu dengan Dokter Soeko Marsetiyo.

Bahkan, untuk sekedar melepas kangen melalui telepon saja harus dua minggu sekali.

"Tinggal di Papua itu jadi keterbatasan waktu bertemu kita dan tahu sendiri daerah Tolikara itu susah sinyal. Jadi, kalau tidak salah, dia setiap dua minggu sekali turun untuk telepon," katanya.

Diungkapkannya, sehari sebelum kejadian Dokter Soeko Marsetiyo sempat mengirim SMS ke beberapa orang keluarganya.

"Sehari sebelumnya itu ternyata dia sempat mengirimkan SMS ke beberapa om (paman) dan tante. Isinya potongan ayat Kursi, kita tidak mengerti maksudnya apa, terus tiba-tiba dengar kabar seperti ini," ujarnya.

Pascaaksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI, Arus Lalin di Sekitaran Bundaran HI Jakarta Kembali Lancar

Halaman
1234
Penulis: Suharno
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved