Bawa Kentongan saat Aksi Jalan Mundur, AJI Jakarta: Itu Simbol Tanda Bahaya Kebebasan Pers

Koordinator aksi jalan mundur Jekson Simanjuntak mengatakan, dibunyikanya kentongan itu merupakan simbol tanda bahaya terhadap kebebasan pers

Bawa Kentongan saat Aksi Jalan Mundur, AJI Jakarta: Itu Simbol Tanda Bahaya Kebebasan Pers
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
AJI Jakarta mengelar aksi mundur di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (29/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Dalam aksi jalan mundur yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, mereka turut membawa sebuah kentongan.

Kentongan tersebut kemudian dibunyikan sembari para peserta melakukan aksi jalan mundur.

Koordinator aksi jalan mundur Jekson Simanjuntak mengatakan, dibunyikanya kentongan itu merupakan simbol tanda bahaya terhadap kebebasan pers.

"Itu simbol tanda bahaya kebebasan pers," kata Jekson saat ditemui di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (29/9/2019).

Menurutnya, semua pihak harus bersama-sama melawan segala bentuk kriminalisasi terhadap pers.

"Hentikan juga kekerasan terhadap pers," ujar dia.

Aliansi Jurnalis Indepeden Jakarta Desak Polisi Hentikan Kasus Dandhy Dwi Laksono

Ia menambahkan, aksi jalan mundur ini digelar sebagai simbol kemunduran demokrasi setelah penangkapan dan penetapan tersangka kepada aktivis dan jurnalis Dandhy Dwi Laksono.

Mereka pun mendesak pihak Kepolisian menghentikan kasus yang menimpa Dandhy.

"Kami merasa apa yang dilakukan terhadap Dandhy sangat jauh dari demokrasi kita," tutur Jekson.

Sebelumnya, Dandhy ditangkap pada Kamis (26/9/2019) setelah cuitannya soal situasi di Papua.

Sehari kemudian, Polda Metro Jaya membebaskan Dandhy. Namun, Polisi menetapkannya sebagai tersangka.

Dandhy diduga melanggar Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45 A Ayat (2) Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tentang penyebaran ujaran kebencian terhadap individu atau suatu kelompok berdasarkan SARA.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved