Rusuh di Papua

Cegah Eksodus Dokter, Pusdokkes Polri Kirim 58 Tenaga Medis ke Wamena

Pusdokkes Polri mengantisipasi eksodus tenaga medis di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua dengan mengirim tenaga medis baru

Cegah Eksodus Dokter, Pusdokkes Polri Kirim 58 Tenaga Medis ke Wamena
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kapusdokkes Polri Brigjen Musyafak saat memberi keterangan di RS Polri Kramat Jati, Rabu (2/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri mengantisipasi eksodus tenaga medis di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua dengan mengirim tenaga medis baru.

Kapusdokkes Polri Brigjen Pol Musyafak mengatakan ada 58 dokter Polri yang dikirim ke Wamena beberapa waktu lalu guna memastikan kebutuhan tenaga medis bagi warga terjamin.

"Kita antisipasi barangkali latah ikut eksodus petugas, ternyata enggak ada apa-apa. Ada tim yang mem-back up di sana," kata Musyafak di RS Polri Kramat Jati, Rabu (2/10/2019).

Meski hingga kini tak ada dokter Polri yang meminta dipulangkan karena khawatir setelah dokter Soeko Marestiyo tewas dibakar.

Musyafak maklum bila ada tenaga medis yang meminta dipulangkan karena khawatir bertugas di wilayah konflik.

"Ketika ada satu, dua petugas yang mau pulang wajar saya kira. Kenapa, karena mereka berkorban juga. Merasa terancam barangkali menurut dia. Makannya kita back up di sana," ujarnya.

Selain Pusdokkes Polri, Kementerian Kesehatan dan TNI juga mengirimkan bantuan tenaga medisnya ke Kota Wamena

Merujuk hasil pertemuan dengan Kementerian Kesehatan, TNI, dan pihak lainnya, Musyafak menyebut situasi di Wamena sudah kondusif.

"Wamena sudah kondusif, saya selalu monitor di sana dan bahkan ada anak buah saya. Ada 58 dari kesehatan Polri back up ke sana membantu bakti sosial di Gereja-gereja untuk pengobatan," tuturnya.

Keluarga Mahasiswa Kendari Tolak Diautopsi Dokter Polri, Kapusdokkes: Itu Hak Keluarga

Puaskan Hobi, BHS Pakai Uang Sewa Pembunuh Bayaran untuk Beli Perlengkapan Foto dan Foya-foya

Sebelumnya, Ketua Umum PB IDI, dr Daeng M. Faqih meminta pemerintah menjamin keselamatan seluruh tenaga medis yang bertugas di Kota Wamena.

Dia menuturkan sejumlah tenaga medis memang meminta dipulangkan karena merasa khawatir terhadap keselamatannya.

"Ada kawan-kawan yang merasa takut ini sudah dibantu untuk dipulangkan karena kalau dibiarkan juga nggak efektif kan beliau nggak bisa kerja," kata Daeng, Senin (30/9/2019).

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved