Rusuh di Papua

Pemkot Tangsel Lakukan Pendataan Terkait Warga yang Mengungsi Pasca-kerusuhan Wamena

Pascakerusuhan yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua pada Minggu (23/9/2019) lalu, ribuan warga setempat maupun pendatang mengungsi.

Pemkot Tangsel Lakukan Pendataan Terkait Warga yang Mengungsi Pasca-kerusuhan Wamena
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Benyamin Davnie di Kandank Jurank Doank, Ciputat, Tangsel, Minggu (26/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Pascakerusuhan yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua pada Minggu (23/9/2019) lalu, ribuan warga setempat maupun pendatang mengungsi ke sejumlah titik yang disediakan TNI dan Polri.

Bahkan, para pengungsi yang cukup banyak warga pendatang itu juga kondisinya sedang membutuhkan bantuan logistik, termasuk medis.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mulai melakukan pendataan terhadap warganya.

Pendataan yang dimaksud untuk mengetahui apakah ada warga Tangsel yang sedang berada atau bekerja di Papua.

"Saya belum dapat pastikan apakah ada warga Tangsel yang bekerja di Jayapura," terang Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, saat dihubungi pada Rabu (2/10/2019).

Pendataan dilakukan dengan cara memerintahkan camat dan lurah untuk memantau warganya yang keluar daerah.

Namun sampai saat ini, Benyamin mengaku belum mendapatkan laporan soal keberadaan warga Tangsel di Papua.

"Para Camat dan Lurah sudah ditugaskan oleh Ibu Walikota untuk memantau hal tersebut di masing-masing wilayahnya. Tapi sampai saat ini belum ada laporan," jelasnya.

Diungsikan ke Gereja, Kisah Pendatang Diselamatkan Orang Asli Papua Saat Kerusuhan di Wamena

Halaman
1234
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved