Sengketa Tanah Adat, Balita jadi Korban Pemukulan Penjaga PT Toba Pulp Lestari, Polisi Tolak Aduan

Seorang balita, MT (3) dipukul pegawai PT Toba Pulp Lestari (TPL), warga melapor tetapi ditolak polsek.

Sengketa Tanah Adat, Balita jadi Korban Pemukulan Penjaga PT Toba Pulp Lestari, Polisi Tolak Aduan
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Wakil Ketua Lamtoras Mangitua Ambarita saat memberi keterangan di Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (3/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Seorang balita, MT (3) anak masyarakat adat Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara mengalami trauma karena diduga mengalami pemukulan.

Wakil Ketua Lamtoras Mangitua Ambarita (Ompu Morris) mengatakan MT dipukul pegawai PT Toba Pulp Lestari (TPL) mengatakan karena permasalahan tanah adat.

Pasalnya tanah masyarakat adat Sihaporas diambil alih Belanda pada masa penjajahan namun saat Indonesia merdeka tanah diambil alih pemerintah Indonesia.

Dari Kementerian Kehutanan, tanah masyarakat adat Sihaporas dikonsesi PT TPL sehingga warga dilarang bercocok tanam di tanah adatnya sendiri.

Berpacaran Selama 5 Tahun, Pasangan Tidak Sah Aborsi Janin Karena Malu, Hal Ini yang Dilakukan

Namun warga menolak karena merasa tanah yang digunakan PT TPL merupakan tanah adat mereka sehingga tetap bercocok tanam.

Saat MT dipukul pada Senin (16/9/2019) Mangitua mengatakan sejumlah pegawai PT TPL mendatangi warga dan melarang warga bercocok tanam.

Kala itu, pegawai PT TPL diduga memaki dan mendorong warga sehingga ditegur orangtua MT yang saat kejadian berada di lokasi dan menggendong MT.

"Kok kasar kali kau kata yang menggendong anak. 'Oh kau pula lagi melawan', kata pegawai, dipukul lah dia," kata Mangitua di Ciracas Jakarta Timur, Kamis (3/10/2019).

"Lalu dia (orang tua MT) mengelak akhirnya si anak yang terpukul. Terjatuhlah si anak, pingsan," sambungnya.

2 Kasus Serupa Istri dan Selingkuhan Racuni Suami, Ada yang Lebih Sadis: Bakar Suami dan Lakukan Ini

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved