Jembatan Kereta Era Belanda di Pademangan: Dulu Dilintasi Buat Angkut Kayu Kini Dilalui Pejalan Kaki

Tak hanya sekadar pantauan dari lokasi, jembatan yang dulunya digunakan sebagai jalur kereta api itu turut ditegaskan oleh kesaksian warga sekitar.

Jembatan Kereta Era Belanda di Pademangan: Dulu Dilintasi Buat Angkut Kayu Kini Dilalui Pejalan Kaki
TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Suasana jembatan rel kereta zaman Belanda yang kini sudah menjadi jembatan bagi pejalan kaki, penghubung Kelurahan Ancol dan Kelurahan Pinangsia pada Jumat (4/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Di suatu siang yang terik, warga tampak lalu-lalang melintasi jembatan beton yang membentang di atas anak Kali Ciliwung.

Jembatan itu menjadi jalur penghubung wilayah Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Pademangan, Jakarta Barat dengan Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Dari gerombolan pelajar, warga, pedagang kaki lima, hingga turis asing terlihat melintasi jembatan itu.

Terlihat juga warga memanfaatkan panas terik matahari dengan menjemurkan beberapa baju dan celana di atas pegangan jembatan.

Namun, jembatan yang menjadi jalur penghubung kedua kecamatan ini awalnya adalah sebuah jembatan kereta.

Hal itu bisa terlihat dari bawah lapisan beton yang menyerupai jalur rel kereta.

Bantalan rel berbahan kayu tampak membujur sejajar dengan aliran anak Kali Ciliwung.

Suasana jembatan rel kereta zaman Belanda yang kini sudah menjadi jembatan bagi pejalan kaki, penghubung Kelurahan Ancol dan Kelurahan Pinangsia pada Jumat (4/10/2019).
Suasana jembatan rel kereta zaman Belanda yang kini sudah menjadi jembatan bagi pejalan kaki, penghubung Kelurahan Ancol dan Kelurahan Pinangsia pada Jumat (4/10/2019). (TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas)

Sedangkan dua besi panjang yang kusam nan berkarat melintang di atas anak kali tersebut.

Tak hanya sekadar pantauan dari lokasi, jembatan yang dulunya digunakan sebagai jalur kereta api itu turut ditegaskan oleh kesaksian warga sekitar.

Halaman
1234
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved