Jembatan Kereta Era Belanda di Pademangan: Dulu Dilintasi Buat Angkut Kayu Kini Dilalui Pejalan Kaki

Tak hanya sekadar pantauan dari lokasi, jembatan yang dulunya digunakan sebagai jalur kereta api itu turut ditegaskan oleh kesaksian warga sekitar.

Jembatan Kereta Era Belanda di Pademangan: Dulu Dilintasi Buat Angkut Kayu Kini Dilalui Pejalan Kaki
TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Suasana jembatan rel kereta zaman Belanda yang kini sudah menjadi jembatan bagi pejalan kaki, penghubung Kelurahan Ancol dan Kelurahan Pinangsia pada Jumat (4/10/2019). 

Olivier mengungkapkan di dalam bukunya, lebar jarak di antara kedua batang rel di jalur Batavia-Buitenzorg itu selebar 1.067 milimeter.

Lebar ini berbeda dengan lebar jarak batang rel di Semarang-Yogyakarta yaitu 1.435 milimeter.

Pada tahun 1869, pemerintah Hindia Belanda telah memberikan standar bahwa lebar 1.067 milimeter menjadi jarak rel standar untuk semua jalur rel di Hindia Belanda.

Rel itu pun masuk ke dalam kategori rel sempit.

Tujuannya, lanjut Olivier, rel sempit memiliki manfaat dalam keuangan karena pembangunan dan eksploitasi lebih murah.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved