Breaking News:

Kerusuhan di Wamena, Perantau: Perusuh Bukan Warga Asli yang Kami Kenal

Hanya bermodal pakaian yang melekat di badan, Jefri bersama keluarga dan perantau lain menyelamatkan diri ke gereja terdekat.

TribunJakarta/Bima Putra
Anton (33) warga Minang yang meminta dipulangkan dari Kota Wamena karena terdampak kerusuhan di Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (3/10/2019) 

Anton (33), perantau asal Minang lainnya membenarkan bila warga asli Wamena yang selama ini dikenal ikut jadi korban.

Para perusuh tanpa pandang bulu membakar rumah dan bangunan lain sehingga membuat warga mengungsi ke berbagai tempat.

"Saya mengungsi ke Kodim, kios warung kelontong saya dibakar. Enggak ada barang yang bisa diselamatkan. Kalau pelakunya banyak, mereka menyebar. Tapi kita enggak kenal mereka," tutur Anton.

VIDEO Hasil Operasi Nila Polres Metro Bekasi Kota Ringkus Puluhan Tersangka dan Ratusan Gram Narkoba

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Wajibkan Pegawainya Bersepeda atau Naik Angkot Setiap Hari Jumat

Pria di Tangerang Hobi Curi Pakaian Dalam Wanita: 2 Bulan Beraksi Terkumpul 17 Buah Demi Kepuasan

Kadispen AU Marsekal Pertama Fajar Adriyanto mengatakan warga asli Wamena meminta dievakuasi karena khawatir keselamatannya terancam.

Namun situasi berangsur kondusif sehingga dia optimis jumlah warga yang meminta dievakuasi tak sebanyak sebelumnya.

"Tidak hanya pendatang, penduduk asli pun ada yang kita evakuasi karena memang terjadinya konflik ini tidak jelas," kata Fajar.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved