Kesedihan Maspupah saat Mendapat Kabar Meninggalnya Sang Anak, 'Anak Saya Berangkat Masih Sehat'

Yadi, yang bekerja sebagai juru parkir di Pasar Tanah Abang, juga sempat makan bareng ketiga adiknya di rumah seluas 3x4 meter

Kesedihan Maspupah saat Mendapat Kabar Meninggalnya Sang Anak, 'Anak Saya Berangkat Masih Sehat'
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Maspupah, ibu Maulana Suryadi, saat ditemui di kediamannya di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Rabu (25/9/2019) malam, kericuhan pecah di jembatan layang Slipi Jakarta Barat.

Itu adalah buntut dari demonstrasi massa pelajar yang menolak RKUHP dan UU KPK di DPR RI.

Polisi kemudian menangkap beberapa orang yang dianggap sebagai perusuh.

Maulana Suryadi (23), warga Kebayoran Lama, termasuk satu di antara yang ditangkap pada malam itu.

Namun, sehari pascapenangkapan, pria yang biasa disapa Yadi itu dinyatakan meninggal dunia.

Ia diduga tewas lantaran sesak napas setelah menghirup gas air mata yang ditembakkan Polisi.

Sang ibu, Maspupah (50), sangat terkejut mendengar kematian anaknya.

Ia mengetahui Yadi meninggal ketika delapan orang Polisi mendatangi rumahnya di Jalan Abdullah, Cidodol, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (26/9/2019) malam.

"Polisi bilang, 'Maulana sudah nggak ada, sabar ya bu'. Saya kaget, nangis. Anak saya berangkat masih sehat," kata Maspupah saat ditemui seusai pengajian tujuh hari meninggalnya Yadi di kediamannya, Kamis (3/10/2019) malam.

Tak lama kemudian, Polisi mengajaknya melihat jenazah Yadi di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Halaman
1234
Penulis: MuhammadZulfikar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved