Breaking News:

Bonceng Suami Siri, Ibu Hamil Tewas Membusuk di Karung 3 Hari Kemudian

Seorang ibu hamil berinisial JM (32) tewas dan jasadnya sudah membusuk di dalam karung di sebuah irigasi ditemukan petani.

Editor: Y Gustaman
Kompas.com/Junaidi
JM, istri siri anggota TNI yang mayatnya ditemukan di dalam karung. 

Di mata Upo, anaknya JM adalah perempuan ulet yang mandiri sejak kecil.

Sebelum meninggal, JM sendiri dikenal sebagai pengusaha katering online yang memiliki banyak jaringan pelanggan.

Upo menceritakan, ketika pertama kali sejumlah tetangganya kaget melihat foto-foto jasad JM yang diunggah warganet di media sosial.

Alasannya, selama ini anaknya baik-baik saja, demikian dilansir Kompas.com dalam artikel: Ibu Perempuan yang Tewas Terbungkus Karung Ungkap Saat Terakhir Korban.

Ia mengakui rumah tangga anaknya itu sarat konflik dan kekerasan dalam rumah tangga.

Meski JM kerap terlibat cekcok dengan Novri, Upo tak pernah menyangka kematian anknya berakhir tragis seperti yang ia saksikan sendiri di rumah sakit.

Mayat wanita yang telah membusuk dan tanpa identitas ditemukan di dalam karung yang dibuang di saluran irigasi di Polewali Mandar, Jumat (4/10/2019).
Mayat wanita yang telah membusuk dan tanpa identitas ditemukan di dalam karung yang dibuang di saluran irigasi di Polewali Mandar, Jumat (4/10/2019). (Kompas.com/Junaidi)

“Saya tak pernah menyangka ada orang yang tega menghabisi anak saya," tutur Upo.

Saat keluar rumah pada Selasa lalu, JM membonceng Novri, suaminya.

Sehari kemudian, Novri sempat kembali ke rumah mertuanya mengambil semua pakaian dan harta bendanya, tanpa membawa istrinya pulang.

Upo justru kaget dua hari setelah Novri datang ke rumah, terdengar kabar JM meninggal mengenaskan.

Keluarga Pingsan Tak Kuat

Anggota keluarga berharap polisi segera mengungkap kasus pembunuhan sadis terhadap JM.

Tante JM, Erna mengatakan, apa yang dilakukan pelaku sangat keji, karena jasad korban sampai tega dimasukkan ke dalam karung dan dibuang ke irigasi.

“Polisi harus bekerja menangkap dan mengadili pelaku, karena ini pembunuhan keji yang sangat menyayat hati keluarga," ungkap Erna kepada Kompas.com.

"Saya berharap pelaku bisa mendapat ganjaran hukuman seberat-beratnya,” ujar Erna, saat ditemui di kediamannya, Minggu (6/10/2019).

Dalam proses penantian, banyak anggota keluarga yang stres hingga jatuh pingsan karena mengetahui ada luka bekas kekerasan di tubuh JM.

Tim forensik Polda Sulsel menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh jenazah JM. Jenazah perempuan itu ditemukan dalam karung di sebuah saluran irigasi pada Jumat (4/10/2019) lalu.
Tim forensik Polda Sulsel menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh jenazah JM. Jenazah perempuan itu ditemukan dalam karung di sebuah saluran irigasi pada Jumat (4/10/2019) lalu. (Kompas.com/Junaedi)

Hal tersebut berdasar uji forensik tim forensik Polda Sulsel terhadap JM selama empat jam di Rumah Sakit Umum Daerah Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada Sabtu siang hingga petang.

Proses autopsi dihadiri keluarga korban dan aparat kepolisian Mapolres Polewali Mandar.

Tim forensik memastikan JM merupakan korban pembunuhan.

Diduga korban dihabisi pelaku di tempat lain, sebelum jenazahnya dibuang di saluran irigasi.

Saat ditemukan, jenazah korban sudah membusuk dan berulat.

Menurut keterangan dokter forensik Polda Sulsel, Denny Mathius, proses autopsi korban belum rampung karena seluruh hasilnya akan diperiksa di laboratorium foresnik Polda Sulsesl di Makassar.

Namun berdasarkan temuan sementara, di tubuh korban ada tanda-tanda kekerasan.

“Untuk sementara di tubuh korban JM itu ditemukan sejumlah tanda-tanda atau bekas penganiayaan," ujar dokter Denny Mathius.

"Namun hasilnya secara keseluruhan baru akan diketahui setelah melalui pemeriksaan di laboratorium forensik,” imbuh dia.

Selesai autopsi, pihak keluarga membawa jenazah ke rumah duka untuk disemayamkan sebelum dimakamkan di pekuburan setempat.

Bakal Dipecat karena Desersi

Sersan Novri menyerahkan diri ke Kodim 1402 Polas pada Minggu petang didampingi seorang saudaranya.

Novri yang ditemui wartawan memilih tutup mulut.

Ia tak ingin menjawab pertanyaan apa pun terkait kematian istrinya.

Dandim 1402 Polmas Letkol Hari Purnomo mengatakan, Novri tak hanya terlibat kasus nikah siri.

Tapi juga kasus desersi yang konsekuensinya berupa pemecatan tidak hormat dari kesatuannya.

“Fokus saya hari ini dengan penyerahan diri Novri lebih kepada kasus desersinya,” ujar Hari dilansir Kompas.com.

Hari mengatakan, pihaknya hanya akan fokus memeriksa Novri Senin hari ini terkait kasus desersi.

Novri yang selama ini terus dicari-cari karena selalu mangkir saat dipanggil menghadapi sidang desersi.

Ia diketahui pernah menjalani sidang di kesatuannya terkait kasus nikah siri dengan JM.

Pada sidang kasus nikah siri sebelumnya, Novri sudah direkomendasikan untuk dipecat. (*)

(Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved