Ninoy Karundeng Beberkan Dugaan Penganiyaan, 11 Orang Tersangka Hingga Polisi Periksa Sekjen PA 212

Pegiat media sosial, Ninoy Karundeng, akhirnya membuka suara soal dugaan penculikan dan penganiayaan yang menimpa dirinya

Ninoy Karundeng Beberkan Dugaan Penganiyaan, 11 Orang Tersangka Hingga Polisi Periksa Sekjen PA 212
Tribunnews.com/Fahdi
Pegiat media sosial, Ninoy Karundeng di Polda Metro jaya 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pegiat media sosial, Ninoy Karundeng, akhirnya membuka suara soal dugaan penculikan dan penganiayaan yang menimpa dirinya.

Ninoy mengatakan penganiayaan terhadap dirinya terjadi saat dirinya mengambil gambar pendemo yang terkena gas air mata di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Senin (30/9/2019).

Namun dirinya diperiksa oleh beberapa orang karena mengambil foto. Akhirnya dirinya diketahui sebagai relawan Jokowi dan langsung dipukuli hingga dibawa ke Masjid Al Falah yang berada dekat tempat dirinya mengambil gambar.

Menantu Curhat Sayang Mertua: Dikenal Wanita Tangguh dan Impian Mulianya Tak Kesampaian

Ditunggu Tak Muncul, Syaiful Kaget Lihat Kondisi Istrinya di Kamar Bareng Mertua

Identitas dan tas Ninoy sempat diperiksa sebelum dibawa masuk ke dalam masjid. Di masjid tersebut juga digunakan untuk mengobati korban unjuk rasa.

"Disitulah saya mengambil foto terus saya diperiksa, begitu dia tau bahwa saya adalah relawan Jokowi, langsung saya dipukul dan diseret ke dalam masjid," ujar Ninoy di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/10/2019).

Di dalam masjid, Ninoy diinterogasi hingga dipukuli. Dirinya mengaku tidak bisa mengenali dan menghitung jumlah orang yang memukulinya.

Selain pria, Ninoy juga merasa ada wanita yang memukulinya. Dirinya bahkan diinterogasi hingga menjelang malam.

"Saya tidak bisa mengenali sama sekali karena peristiwa itu begitu cepat. Saya dipukul berubi-tubi dan diseret. Saya tidak tahu itu siapa karena saya gak lihat karena saya dalam posisi tertindih dan ditarik. Itu puluhan itu, karena begitu ada orang datang interogasi saya, pukul, interogasi saya, pukul," ungkap Ninoy.

Ninoy sempat memohon untuk dipulangkan, namun permintaan tersebut ditolak oleh orang yang menyekapnya.
Dirinya meminta untuk tidak dibunuh karena memiliki anak dan istri.

"Saya bermohon untuk tetap hidup karena saya punya anak, istri, dan seterusnya. Tapi tetap saja saya tidak diperbolehkan pulang, tetap harus ada disitu," tutur Ninoy.

Halaman
1234
Penulis: MuhammadZulfikar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved