Gara-gara Uang Patungan Tak Segera Dibelikan Sabu, Lukman Tewas Dikeroyok Tiga Rekannya

Gara-gara uang patungan tidak segera dibelikan sabu, pemuda ini tewas dikeroyok tiga rekannya.

Gara-gara Uang Patungan Tak Segera Dibelikan Sabu, Lukman Tewas Dikeroyok Tiga Rekannya
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Tiga pelaku yang sudah ditangkap diekspos dalam konferensi pers di Mapolsek Koja, Jakarta Utara, Selasa (8/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Lukman Hakim alias Kutil tewas usai dikeroyok tiga rekannya pada Jumat (4/10/2019) lalu.

Pria berumur 23 tahun itu dikeroyok para pelaku; Tatang Sulaeman, Muhammad Restu Ramadan alias Jepang, Udil Cepti, dan Anwar alias Acong (DPO); karena masalah pembelian sabu.

Awal mula pengeroyokan ini terjadi ketika Kutil sempat dititipkan uang Rp 100 ribu oleh Jepang.

Uang itu hasil patungan korban dan para pelaku untuk membeli sabu.

"Ada lima orang pemuda yang biasa mengkonsumsi sabu bersama-sama," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Wirdhanto Hadicaksono dalam konferensi pers di Mapolsek Koja, Selasa (8/10/2019).

Pejudi Nekad Lompat dari Lantai 29 Apartemen Robinson Saat Coba Kabur Ketika Polisi Menggerebek

"Saat itu salah satu dari mereka (Kutil) diminta rekan-rekannya untuk membelikan sabu dari uang patungan sebesar Rp 100 ribu," sambungnya.

Kendati sudah memegang uang tersebut, Kutil tak kunjung membeli sabu yang dititipkan rekan-rekannya.

Kemudian saat kelimanya sedang pesta minuman keras pada Jumat dini hari, korban ditagih untuk mengembalikan uang tersebut.

"Korban menyebutkan nanti saja, dan sempat cekcok mulut dengan para pelaku sehingga membuat para pelaku emosi dan spontan mengeroyok korban," kata Wirdhanto didampingi Kanit Reskrim Polsek Koja, AKP Andry Suharto.

Halaman
12
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved