Importir Resmi Ponsel Sebut Tren Black Market di Indonesia Sudah Turun

Dia mengaku sering mengikuti razia, sehingga semakin kesini praktek tersebut mulai terminimalisir.

Importir Resmi Ponsel Sebut Tren Black Market di Indonesia Sudah Turun
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Penghancuran 2.464 handphone mewah yang dihancurkan di halamam kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (8/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Tren jual beli handphone black market atau ponsel selundupan di Indonesia dinilai oleh importir ponsel resmi di Indonesia kian menurun.

Hal tersebut disebutkan langsung oleh Mr. Lee selaku utusan Samsung Indonesia yang sudah melakukan proses jual beli handphone secara resmi sejak tahun 1999.

"Kalau menurut saya handphone black market di kota-kota besar di Indonesia itu sudah mulai menurun. Bahkan teman saya bawa dua sampai tiga handphone saja, disita. Padahal dia beli resmi di luar negeri, kami apresiasi itu," ujar Lee di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (8/10/2019).

Padahal pada tahun 1999 sampai 2001 atau pada saat awal masuk Samsung ke Indonesia, praktek jual beli handphone ilegal sedang marak sekali.

Dia mengaku sering mengikuti razia, sehingga semakin kesini praktek tersebut mulai terminimalisir.

"Sebab, itu sangat merugikan untuk produser resmi seperti kami. Belum lagi untuk Indonesia, pajaknya jadi menguap atau bahkan hilang," kata Lee. 

Sebab, bea dan cukai mempunyai regulasi yang mengatur barang dan bawaan penumpang berupa handphone dari luar negeri yang masuk ke Indonesia.

Sudah peraturannya penumpang non importir resmi dilarang untuk membawa handphone baru lebih dari dua unit dari luar negeri.

"Perlu diperhatikan juga sama penumpang pesawat di mana pun maksimal membawa handphone ada dua unit. Lebih dari itu maka diwajibkan untuk membayar pajak cukai," jelas Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta, Erwin Situmorang.

Halaman
12
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved