Kakek Sahrudin Lelah Harus Bulak-balik Ratusan Meter Ambil Air di Kolam Selama Kekeringan di Tangsel

Kekeringan membuat sejumlah warga di Kampung Koceak, Kranggan, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel) harus berjalan ratusan meter menuju kolam air.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Warga Kampung Koceak, Kranggan, Setu, Tangsel, sedang mengambil air dan mencuci pakaian menggunakan air kali Cisalak, Selasa (8/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Kakek Sahrudin telanjang dada, hanya mengenakan celana pendek menenteng ember kecil, dan berjalan menuju kolam air yang jaraknya sekira 200 meter dari rumahnya di bilangan RT 6 RW 2, Kampung Koceak, Kranggan, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (8/10/2019).

Badannya bungkuk, jalannya pelan, Kakek Sahrudin terpaksa melakukan itu semua untuk mandi sekaligus mengambil air di sebuah kolam yang dibuat untuk merembes air kali Cisalak.

Aktivitas yang sudah terlalu berat untuk kakek kepala tujuh itu, ia lakoni selama empat bulan belakangan saat kekeringan melanda Tangsel, utamanya Kampung Koceak.

"Mau mandi, jauh, capek," ujar Sahrudin.

Jokowi Pernah Sidak ke Apartemen Robinson dan Geram, Kini Polisi Gerebek Lokasi Judi di Tempat Itu

Sahrudin mengeluhkan kekeringan yang kerap melanda kampungnya itu.

Sudah berlangsung bertahun-tahun, warga Koceak mengalami kekeringan saat kemarau.

Bantuan pemerintah daerah tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari puluhan kepala keluarga warga Koceak.

"Enggak cukup, kurang air bantuan," ujarnya.

Saat ditanya harapannya, tanpa tedeng aling-aling, ia langsung menyebut air.

"Air, namanya kita lagi kering, ya apa lagi, biar ada air," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved