Selama 2 Bulan Menjabat, Kapolsek Senen: Kasus Tawuran Anak-anak di Bawah Umur Paling Banyak

"Penyebab tawurannya ada yang memprovokasi. Si A bilang ingin diserang dengan si B. Terus si B bilang ingin diserang oleh si A," ucap Ewo.

Selama 2 Bulan Menjabat, Kapolsek Senen: Kasus Tawuran Anak-anak di Bawah Umur Paling Banyak
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Kapolsek Senen, Kompol Ewo Samono, saat diwawancarai Wartawan, di kantornya, kawasan Senen Jakarta Pusat, Senin (7/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Selama dua bulan menjabat sebagai Kapolsek Senen, Kompol Ewo Samono mengatakan kasus tawuran anak-anak di bawah umur paling banyak di wilayah Jakarta Pusat.

"Tawuran anak-anak di bawah umur yang paling banyak. Dari pengalaman yang sudah kami tangani, mereka hanya ikut-ikutan dari media sosial," kata Ewo, sapaannya, kepada Wartawan saat dihubungi, Selasa (8/10/2019).

Dia melanjutkan, tawuran itu terjadi dua kali di dekat kawasan Jalan Kramat Jakarta Pusat.

"Penyebab tawurannya ada yang memprovokasi. Si A bilang ingin diserang dengan si B. Terus si B bilang ingin diserang oleh si A," ucap Ewo.

Bahkan, sambungnya, satu di antara yang tawuran tepergok sedang melakukan siaran langsung di media sosial, instagram.

Karenanya, Ewo bersama jajaran dan pihak terkait melakukan pengawasan dan sosialisasi di tempat rawan tawuran tersebut.

Kata dia, sejumlah personel polisi, organisasi masyarakat, dan tokoh masyarakat setempat dilibatkan guna menghentikan tawuran.

"Setiap malam Sabtu dan Minggu kami tugaskan sejumlah personel, tokoh masyarakat, dan kantibnas di sana, sudah tidak ada tawuran," ujarnya.

Emo mengatakan, peran orang tua juga menjadi hal penting untuk mengingatkan anaknya supaya tak melakukan tawuran.

Cita Citata Dimaki Saat GR Pekan Kebudayaan Nasional: Simak VIDEOnya

Berikut 2 Lokasi Pelayanan SIM Keliling di Tangerang Setiap Hari Selasa

Masalah Pribadi Picu Kericuhan 2 Kelompok Mahasiswa di Kampus Unas

"Kewajiban sebagai orang tua, terhadap orang tua sebaiknya mengawasi. Siang belajar di sekolah, malam belajar di rumah.
Orang tua harus peduli," ucap Ewo.

Dia berharap agar selanjutnya tiada lagi aksi tawuran antarwarga di tempat tersebut. Pun di kawasan Jakarta Pusat lainnya.

"Mudah-mudahan ke depan, tanpa adanya polisi dan sebagainya, mereka sudah sadar bahwasannya tawuran itu sebenarnya merugikan diri sendiri dan orang lain," katanya.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved