Beroperasi Sejak Tahun 2017, Ruko Bahan Pangan Ilegal di Kabupaten Tangerang Digrebek Petugas

Kepala LPOM Kabupaten Tangerang, Widya Savitri mengatakan, rumah produksi tersebut diduga tidak memiliki edar produk pangan.

Beroperasi Sejak Tahun 2017, Ruko Bahan Pangan Ilegal di Kabupaten Tangerang Digrebek Petugas
ISTIMEWA/Dokumentasi LPOM Kabupaten Tangerang
Sejumlah barang bukti bahan pangan ilegal yang ditemukan LPOM Kabupaten Tangerang di kawasan Cibogo, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Rabu (9/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Loka Pengawas Obat dan Makanan (LPOM) Kabupaten Tangerang menyita sejumlah bahan pangan ilegal yang diproduksi di bilangan Ruko Cibogo, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang.

Kepala LPOM Kabupaten Tangerang, Widya Savitri mengatakan, rumah produksi tersebut diduga tidak memiliki edar produk pangan.

"Produknya diproduksi dijual secara langsung di toko dan ada juga beberapa yang melalui penjualan online sejak tahun 2017 dan mulai penjualan secara fisik itu mulai pertengahan tahun 2018," ujar Widya saat dikonfirmasi, Rabu (9/10/2019).

Menurutnya, pabrik rumahan tersebut bisa mendapatkan pelanggan sampai 100 hingga 200 pesanan.

Sejumlah barang bukti bahan pangan ilegal yang ditemukan LPOM Kabupaten Tangerang di kawasan Cibogo, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Rabu (9/10/2019).
u
Sejumlah barang bukti bahan pangan ilegal yang ditemukan LPOM Kabupaten Tangerang di kawasan Cibogo, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Rabu (9/10/2019). u (ISTIMEWA/Dokumentasi LPOM Kabupaten Tangerang)

Dekat ruko tersebut juga, kaya Widya, terdapat tempat pengemasan ulang produk pangan olahan milik perusahaan lain dalam nominal Rp 7 juta.

"Ada 26 item olahan pangan yang tidak memeliki izin edar, produk olahan pangan yang disita bermerk SAN FOOD, totalnya senilai Rp 11 juta," terangnya.

Pada pemeriksaan itu juga ditemukan pangan dengan Nomor Izin Edar (NIE) yang sudah tidak berlaku sebanyak empat buah.

Pemilik toko tidak dapat mengklarifikasi NIE yang sudah tidak berlaku itu.

"Jadi ada label yang yang tidak memenuhi ketentuan sebanyak 171 lembar dengan ukuran 60×40 sentimeter," kata Widya.

Sampai saat ini, produk ilegal itu diamankan oleh LPOM Kabupaten Tangerang disertai bukti pengadaan dan pembelian penyaluran.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved