BUMD Tangsel Kirim Air Bersih ke Kampung Koceak, Masih Dilanda Kekeringan Meski Sudah Diguyur Hujan

Hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) tidak berpengaruh terhadap kekeringan di Kampung Koceak, Kranggan, Setu.

Tribunjakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tangsel, PT Pembangunan Inveatasi Tangerang Selatan (PITS), memberikan bantuan air bersih di kampung Koceak, Kranggan, Setu, Tangsel, Rabu (9/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) tidak berpengaruh terhadap kekeringan di Kampung Koceak, Kranggan, Setu.

Wilayah yang ikut terguyur hujan itu tetap saja kekeringan.

Air tidak menetes dari keran puluhan kepala keluarga di kampung itu.

"Hujan semalem enggak ngaruh, masih kering. Hujan juga gak deres sebentar doang," ujar Yuli (31), warga kampung Koceak, Rabu (9/10/2019).

Ia pun senang dengan kedatangan bantuan air bersih dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tangsel, PT Pembangunan Inveatasi Tangerang Selatan (PITS).

"Ada bantuan air ya senang, sebelumnya juga pernah ada tapi jarang. Kekeringan kurang lebih lima bulan," ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, PITS mengirimkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter.

“Kami datang kesini untuk memberikan bantuan air bersih kepada warga yang mengalami kekeringan. Ini merupakan jangka pendek kami dalam memberikan bantuan sementara kepada warga yang membutuhkan bantuan air bersih,” ujar Dirut PT PITS, Dudung E. Redja di lokasi.

Pemkab Badung Bali Tegaskan Larang Turis Asing Indekos, Ini Alasannya

Jadwal Timnas Indonesia Vs Uni Emirat Arab, Ditayangkan di TVRI dan Mola TV, Skuat Garuda Pede

PITS menyoroti masalah kekeringan karena BUMD itu juga sedang menggarap proyek Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

“Ya sementara ini masih dilakukan studi kelayakan dulu,” ujarnya.

Dudung mengatakan, di tahun 2022 mendatang, pihaknya akan membangun instalasi pengolahan air dari kali Cisadane dengan kapasitas 1000 liter per detik untuk melayani 100 ribu sambungan rumah se-Tangsel.

“Saya yakin air sudah dapat diproduksi mampu mengatasi keluhan krisis air bersih,” jelasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved