Breaking News:

Ditepuk-tepuk Tak Gerak, Anak Pelayan Toko Baju Dibuang Kakeknya di Sungai Kalimas

Seorang ayah berinisial MS (45) harus dijebloskan ke penjara Polsek Bubutan Surabaya karena membuang cucunya ke Sungai Kalimas.

IST | Tribunjogja.com
ILUSTRASI: Bayi ditemukan di dalam kaleng biskuit | Warga menunjukkan lokasi ketika tas diangkat dari aliran sungai, Rabu (28/08/2019 

Dua hari sejak ditemukan janin bayi, polisi mendapatkan informasi tentang seorang perempuan dibawa berobat oleu ayahnya karena kesakitan setelah melahirkan di rumah.

Informasi tersebut didapat Priyanto pada 19 September 2019. Kemudian ia meminta anak buahnya mendalami informasi tersebut.

"Kami temukan tersangka MS dan EZ di rumahnya, setelah keterangan rumah sakit membeberkan identitas keduanya," lanjut dia.

Kondisi EZ saat itu sangat lemah. Bahkan ia masih merasakan sakit di rahimnya.

"Saat kami interogasi, keduanya mengakui jika telah menggugurkan bayi hasil hubungan di luar nikah EZ dan kekasihnya AF," tandas Priyanto.

Tak Dianggap Pacar

Sementara itu, EZ hanya bisa terisak menyesali perbuatannya dan pasrah dengan proses hukum yang ia jalani.

Sewaktu mengandung, EZ beberapa kali menghubungi kekasihnya untuk meminta pertanggungjawaban, namun tak diindahkan.

"Sudah saya kasih tahu kalau saya hamil, dia malah tidak terima, tidak mengakui. Saya hanya bisa pasrah," kata EZ sambil duduk lantaran masih merasa nyeri luar biasa.

EZ tinggal berdua bersama ayahnya, MS sejak dua tahun terakhir karena sang ibu sudah meninggal dunia.

Bapak anak buang janin
Kapolsek Bubutan, AKP Priyanto, memperlihatkan gunting, pisau dan foto janin EZ dibuang oleh ayahnya MS. Anak ayah ini sudah jadi tersangka dan ditahan di sel Polsek Bubutan Surabaya. 

Karena ulah kekasihnya itu, EZ tak lagi bekerja sebagai pelayan di sebuah toko baju di Pasar Blauran Surabaya.

Kondisi ekonomi sang ayah pun juga sangat sulit, lantaran ia tak memiliki pekerjaan sama sekali.

EZ dan MS kini mendekam di tahanan Mapolsek Bubutan Surabaya.

Mereka dijerat pasal 346 KUHP dan atau pasal 348 KUHP dan atau pasal 77A Ayat I UU RI no 35 tahun 2014 tentang perubahan undang-undang no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak yang ancaman hukumannya hingga 5 tahun penjara. (Firman Rachmanudin)

Artikel ini telah tayang di Surya dengan judul: Derita Gadis 22 Tahun di Surabaya yang Dihamili Kekasih Lalu Dijebloskan ke Penjara: Saya Pasrah

Editor: Y Gustaman
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved