Jadi Langganan untuk Melamar Driver Ojek Online Produsen KTP Palsu Tangerang Dibongkar Polisi

Arie menjelaskan kalau komplotan produsen dokumen palsu tersebut didalangi oleh NF (32) yang membuat sendiri dokumen KTP, SIM hingga SKCK.

Jadi Langganan untuk Melamar Driver Ojek Online Produsen KTP Palsu Tangerang Dibongkar Polisi
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta menunjukan barang bukti SKCK, KTP, dan SIM palsu yang dibuat oleh NF untuk melamar sebagai pengemudi ojek online, Rabu (9/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Komplotan produsen pembuatan KTP, SIM, Hingga SKCK palsu di Tangerang diciduk jajaran Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta.

Polisi mengamankan tujuh tersangka yang diamankan di bilangan Benda, Kota Tangerang diantaranya adalah NF (32), AAA (29), AS (36), IR (33), HA (33), MH (28) dan S (32).

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, AKBP Arie Ardian Rishadi mengatakan kalau para pembeli dokumen palsu tersebut rata-rata diperuntukan untuk melamar sebagai sopir ojek online.

VIDEO Viral Batu Segede Gajah Melayang Hancurkan Bangunan Warga Kampung Cihandeleum

"Para pelaku ini ada beberapa yang menggunakan dokumen palsu ini untuk mengajukan di aplikasi Gocar online untum menjadi pengemudinya," ujar Arie di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (9/10/2019).

Arie menjelaskan kalau komplotan produsen dokumen palsu tersebut didalangi oleh NF (32) yang membuat sendiri dokumen KTP, SIM hingga SKCK.

Menurutnya, NF membuat dokumen palsu tersebut dari seorang mitranya yang berprofesi sebagai tukang copet di kawasan Jakarta Pusat.

"Jadi bahan-bahan ini KTP, SIM dan SKCK ini bahannya asli semua karena NF ini dapat bahannya dari teman copetnya yang masih buron sampai sekarang," jelas Arie.

Lalu, NF menggunakan berbagai bahan cairan pembersih lantai dan cairan keras lainnya untuk menghapus tulisan yang menempel dan menulis ulang data diri sesuai orderan.

NF membeli dari teman copetnya seharga Rp 100 ribu per dokumen.

"Ada satu tersangka lagi berinisial HA (33) yang berprofesi sebagai calo untuk menarik pelanggannya yang ingin memalsukan dokumen," lanjut Arie.

Sementara kelima tersangka lainnya berinisial AAA (29), AS (36), IR (33), MH (28) dan S (32) ditangkap karena menggunakan dokumen palsu untuk melamar sebagai sopir ojek online.

Dalam sebulan, menurut pengakuan NF, ia bisa mendapatkan pelanggan hingga 10 orang untuk membuat dokumen palsu.

"Para tersangka itu sudah beroperasi sejak bulan Maret 2019 dan menawarkan jasanya menggunakan media sosial Facebook," terang Arie.

Kini, ketujuh pelaku mendekam di hotel prodeo Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta diancam Pasal 263 dan 264 KUHP tentang pembuatan surat pulsa dengan ancaman penjara paling lama delapan tahun.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved