PA 212 Pertanyakan Alasan Ninoy Karundeng Berada di Kerumunan Massa

PA 212 mempertanyakan alasan Ninoy Karundeng hadir saat demo RKUHP berujung kerusuhan yang membuat Ninoy diculik lalu dianiaya.

PA 212 Pertanyakan Alasan Ninoy Karundeng Berada di Kerumunan Massa
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 pusat, Slamet Maarif usai pemeriksaan di Kantor Bawaslu, Solo, Selasa (22/1/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Persaudaraan Alumni (PA) 212 mempertanyakan alasan Ninoy Karundeng hadir saat demo RKUHP berujung kerusuhan yang membuat Ninoy diculik lalu dianiaya.

Ketum PA 212 Slamet Maarif mengatakan Ninoy seharusnya tak berada di kawasan Pejompongan, dekat Masjid Al-Falah karena posisinya sebagai relawan Presiden Joko Widodo.

"Di situ (Masjid Al-Falah) sudah jelas tempat berlindung tempat berlarinya tempat berkumpul kawan-kawan mahasiswa dan pelajar yang sedang berbeda pandangan," kata Maarif di Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (9/10/2019).

Sebagai pendukung Jokowi, Maarif menyebut Ninoy jadi incaran massa yang kalap ketika aparat berusaha membubarkan demo.

Menurutnya Bernard dan DKM Masjid Al-Falah yang ikut jadi tersangka justru telah menyelamatkan Ninoy dari amuk massa.

"Ninoy sama-sama kita ketahui salah satu diduga bazzer dari tim sebelah kan. Jadi aneh jadi jangan cuma ngomongin asap tetapi apinya lupa," ujarnya.

Tak hanya mempertanyakan alasan keberadaan Ninoy, Maarif juga tak sepakat dengan polisi yang menggunakan istilah penculikan.

Dia menilai kata tersebut tak seusai dengan kronologis kejadian yang diterima pihak PA 212 atas kasus Ninoy.

"Kalau merasa diculik kemudian dipersekusi karena pulangnya diantar cium tangan kemudian dikasih makan bisa tiduran justru yang aneh itu bagi kami," tuturnya.

Halaman
1234
Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved