PPP Galang Partai Non Parlemen Lawan Partai Besar di Pilkada Tangsel 2020

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi partai non parlemen di Tangerang Selatan (Tangsel) pertama yang membuka penjaringan calon wali kota.

PPP Galang Partai Non Parlemen Lawan Partai Besar di Pilkada Tangsel 2020
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Ketua DPC PPP Tangsel, Eeng Sulaiman, di kantor DPC PPP Tangsel. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi partai non parlemen di Tangerang Selatan (Tangsel) pertama yang membuka penjaringan calon wali kota (cawalkot) untuk Pilkada Tangsel 2020 mendatang.

Melalui ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Tangsel-nya, Eeng Sulaiman, PPP menggugah partai yang tidak memiliki kursi di DPRD lain agar tetap memiliki daya tawar dengan perolehan suara pada Pileg 2019 lalu.

Ia menjelaskan bahwa pencalonan wali kota dan wakil wali kota pada Pilkada bisa juga melalui jalur perolehan suara, selain dari jalur perolehan kursi.

"PPP tidak mendapat kursi di parlemen pada Pemilu 2019, tetapi dalam Undang-undang nomor 10 tahun 2016 kalau tidak salah, syarat dukungan partai politik pada salah satu calon itu ada dua, melalui kursi DPRD 20%, dan melalui jumlah perolehan suara di Pemilu sampai 25%," ujar Eeng di kantor DPC PPP Tangsel, Jalan Parakan, Pamulang, Rabu (9/10/2019).

Hasil & Klasemen PUBG Mobile PMCO Fall Split SEA League Day 20, Bigetron & Illuminate Berbagi WWCD

Eeng juga mengajak partai non parlemen lain agar bersatu dalam koalisi untuk mengusung calon wali kota dan wakilnya pada kontestasi politik merebut kursi Tangsel 1 dan Tangsel 2.

"Bisa jadi, PPP menjadi penggagas inisiator koalisi non parlemen," ujarnya.

Seperti diketahui, selain PPP masih ada enam partai lainnya yang bernasib sama pada Pileg 2019 lalu: PBB, Nasdem, Perindo, Garuda, Berkarya dan PKPI.

"Artinya kan memang kita menggalang kekuatan akar rumput. Yang jelas kalau ke Nasdem, ke Perindo, PBB sering komunikasi kita," ujarnya.

WNA Thailand yang Ditangkap Polres Jakarta Utara Nekat Jadi Kurir Sabu untuk Obati Ayahnya

Eeng mengatakan, dalam satu partai saja sudah ada banyak kader, belum lagi ditambah relawan dan simpatisan.

Dari situ saja, koalisi tujuh partai itu sudah bisa diperhitungkan.

"Jadi pengurus partai saja sama kader sudah cukup banyak, belum simpatisan," ujarnya. (*)

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved