Prof Yuddy Chrisnandi Luncurkan Buku Dari KYIV Menulis Indonesia, Buah Pemikiran Selama Jadi Dubes

Buku ini merupakan manifestasi pemikiran Yuddy Chrisnandi selama mengemban tugasnya sebagai Duta Besar Luar Biasa

Istimewa/Dokumen Pribadi
Prof Yuddy Chrisnandi meluncurkan buku terbarunya berjudul Dari KYIV Menulis Indonesia 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Bertempat di Aula Blok I, Universitas Nasional, Prof Yuddy Chrisnandi meluncurkan buku terbarunya berjudul Dari KYIV Menulis Indonesia yang diterbitkan oleh Madani Institute, Selasa (8/10/2019).

Buku ini merupakan manifestasi pemikiran Yuddy Chrisnandi selama mengemban tugasnya sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk negara Ukraina, Georgia dan Armenia yang berkedudukan di KYIV, Ukraina sejak April 2017 lalu hingga sekarang ini.

Dari KYIV Menulis Indonesia disunting oleh Safrizal Rambe dan pengantar ditulis oleh Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia Prof. Ibnu Hamad.

VIDEO Viral Batu Segede Gajah Melayang Hancurkan Bangunan Warga Kampung Cihandeleum

Menurut Prof. Ibnu, pada kata pengantarnya, Duta Besar memiliki peran dealer atas negara yang diwakilinya. Prof Yuddy berperan menjadi dealer yang tidak biasa. Ia adalah tipe dealer yang kreatif dan inovatif, tidak melulu ‘menikmati’ posisi, tetapi justru dengan posisi yang diraihnya ia ingin menggunakan wewenangnya untuk kepentingan yang lebih luas; kemaslahatan lingkungan sosial, bangsa dan negaranya.

"Dari pandangan-pandangan yang dituliskannya di buku ini, sepertinya dia bukan ingin menjalankan misi sebagai wakil (dealer) RI di luar negeri – Ukraina, Armenia dan Georgia- melainkan juga melaksanakan tugas ‘kepemimpinan’ (leadership) pada saat melaksanakan tugasnya sebagai Duta Besar," ujarnya.

Peluncuran buku dilaksanakan dengan menggelar Diskusi Panel dengan pembicara penulis buku sendiri yakni Prof. Yuddy Chrisnandi, Safrizal Rambe selaku Editor Buku, Prof. Ibnu Hamad, dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, diantaranya Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono, sahabat, kolega dan juga civitas akademika Universitas Nasional serta perguruan tinggi lainnya.

Buku Dari KYIV Menulis Indonesia, merupakan kumpulan tulisan Prof. Yuddy yang terbagi menjadi tiga bagian, ditulis sejak ia menjabat sebagai Duta Besar hingga saat ini.

Buku ini merupakan benang merah pandangan, kepedulian dan visi ke depan Yuddy tentang pertahanan dan keamanan Indonesia, baik dari aspek geopolitik, ekonomi maupun pemetaan politik dalam negeri.

Yang menarik dari buku ini, Yuddy membukanya dengan artikel berjudul Populisme di Era Tekonologi Informasi.

Pada tulisan ini Yuddy menyitir tentang terjadinya perubahan revolusioner kehidupan bangsa dan negara yang bergeser dari tata nilai communal state menjadi tata nilai global individual yang disebabkan oleh kemajuan IT (Information Technology).

Teknologi Informasi bahkan kini telah menjadi kekuatan baru yang mengendalikan tatanan sosial budaya, mempengaruhi perdagangan domestik dan internasional, mengubah peta perpolitikan dan secara drastis merevolusi sistim pertahanan dan keamanan dunia.

Kini, negara-negara maju membelanjakan sebagian besar anggaran militernya untuk belanja teknologi informasi berbasis data, karena mereka meyakini dengan penguasaan itu mereka akan unggul beberapa langkah di depan.

Menurut Yuddy, ke depan, penguasaan teknologi informasi, penguasaan Big Data, penguasaan algortima dan artificial intellegence akan menjadi senjata yang paling berbahaya bagi kelangsungan hidup bangsa-bangsa di dunia, jauh lebih berbahaya sejak penemuan bom atom jelang akhir perang dunia kedua.

"Teknologi ini mampu men-drive perilaku, kebiasaan, pemikiran manusia secara massal dalam waktu yang singkat," kata Yuddy.

Pemred Tempo Bahas Sampul Jokowi Pinokio, Ali Ngabalin Tetiba Murka: Cederai Nama Besar Presiden!

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved