Respon Pemprov DKI Jakarta Soal Anggaran Pengadaan Antivirus Rp 12 Miliar

Anggaran penyediaan perangkat lunak dan antivirus yang diusulkan dalam draf KUA-PPAS 2020 DKI Jakarta menuai pro dan kontar.

Respon Pemprov DKI Jakarta Soal Anggaran Pengadaan Antivirus Rp 12 Miliar
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi komputer jinjing atau laptop 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Anggaran penyediaan perangkat lunak dan antivirus yang diusulkan dalam draf Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 DKI Jakarta menuai pro dan kontar.

Dalam draf tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta menganggarkan dana sebesar Rp 12.917.776.000.

Kepala Unit Pengelola Teknologi Informasi Kependudukan DKI Jakarta Muhammad Nurrahman mengatakan, anggaran sebesar itu digunakan untuk menjalankan tiga program.

Jadi, anggaran Rp 12 miliar lebih itu tidak hanya digunakan untuk pembelian lisensi antivirus saja.

"Terkait kegiatan ada tiga. Pertama, antivirus, kedua Microaoft Office, dan database Oracle," ucap Nurrahman, Rabu (9/10/2019).

"Jadi bukan satu kegiatan untuk ativirus saja, tapi ada tiga," tambahnya.

Dari ketiga kegiatan itu, Nurahhman menjelaskan, pengadaan database Oracle menyedot anggaran paling banyak, yaitu mencapai Rp 7 miliar.

Sedangkan, alokasi dana untuk pembelian lisensi antivirus hanya sebesar Rp 384 juta.

"(Pengadaan database Oracle) hampir Rp 7 miliar, kalau antivirus Rp 384 juta untuk satu tahun, dan untuk microsoft office Rp 4 miliar," ujarnya saat dikonfirmasi.

Halaman
123
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved